Tarekat Syatariyah yang diajarkan Sayyid Ahmad Al-Qusyasyi adalah paham tarekat sufi yang bersifat ortodoks, yang menolak ajaran Wahdatul Wujud. Ini berbeda dengan keadaan awal tarekat Syattariyah, yang pada masa sebelumnya bersifat heterodoks. Dengan demikian, penyebaran oleh murid-murid Al-Qusyasyi juga membawa paham yang serupa dengan guru mereka tersebut.[2][3]
Setelah ia wafat, salah seorang muridnya yang menjadi penerus tarekat ialah Syaikh Ibrahim al-Kurani, yang juga menjalin hubungan yang dekat dengan para murid asal Asia Tenggara.[1]