Jaringan Pengembangan Aga Khan adalah sebuah jaringan agensi pengembangan swasta dan non-denominasional yang didirikan oleh Aga Khan untuk menambah kualitas hidup dari tempat tinggal Muslim Ismaili dan masyarakat sekitarnya. Wilayah pengembangannya meliputi daerah dengan populasi penduduk yang beragam dan termiskin di Afrika sub-Sahara, Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.[1] Yang Mulia Pangeran Karim memegang jabatan Imam pewaris ke-49 - sebagai pemimpin spiritual Muslim Syiah Ismaili - pada 1957.[1][2] Ismaili terdiri dari sekitar 25-30 juta pengikut (sekitar 20% dari populasi Muslim Syiah di dunia).[3][4][5][6] Jaringan tersebut berfokus pada kesehatan, pendidikan, budaya, pengembangan desa, pembangunan lembaga dan promosi pengembangan ekonomi. Jaringan tersebut bertugas menambah kondisi dan kesempatan hidup untuk kaum miskin, tanpa memandang kepercayaan, asal muasal atau gender mereka.
Saat ini mereka memiliki 96.000 karyawan yang berasal dari berbagai kepercayaan dan latar belakang. Sebagian besar dari mereka berasal dari negara berkembang. Telah beroperasi pula di lebih dari 30 negara yang sebagian besar didominasi di Asia dan Afrika. Investasi yang telah berikan pertahun sebesar 1 miliar dolar ke dalam proyek-proyek pembangunan.[7]
↑Steinberg, Jonah (2011). Isma′ili Modern: Globalization and Identity in a Muslim Community. Chapel Hill: The University of North Carolina Press. ISBN9788121512541.