Di luar dunia birokrasi, Achsanul dikenal sebagai Presiden klub sepak bola Madura United FC.
Kehidupan awal dan pendidikan
Achsanul lahir di Sumenep, Madura, sebagai putra dari ulama besar KH. Baha'udin Mudhary. Ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Pancasila (lulus 1989) dan melanjutkan pendidikan magister di Jose Rizal University, Filipina. Pada tahun 2018, ia meraih gelar doktor dalam bidang Administrasi Bisnis dari Universitas Padjadjaran.[2]
Karier
Perbankan
Achsanul awalnya berkarier di sektor perbankan, di antaranya menjabat sebagai Direktur Credit & Program di Bank Persyarikatan Indonesia tahun 2001-2004, sempat menjabat di Bank Bukopin, Komisaris PT Indodharma Corpora 2004 –2014, hingga Komisaris Link-Net (Lippo Group) 2011-2014.[3]
Achsanul terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu 2009 melalui Partai Demokrat dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura). Di DPR, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. Achsanul juga menjadi anggota di Panitia Khusus Hak Angket Bank Century dan menjadi ketua Panitia Khusus RUU Keuangan Negara pada 2013[5].
Pada tahun 2014, ia terpilih menjadi Anggota VII BPK RI dan resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat sesuai aturan undang-undang yang mewajibkan anggota BPK bersikap independen.[7]
Ia kembali terpilih untuk periode kedua pada 2019 sebagai Anggota III BPK[8]. Pada tahun 2022, dia dianugerahi Guru Besar Kehormatan dari Universitas Airlangga dalam Sidang Terbuka di Aula Gedung Garuda Mukti, Universitas Airlangga, pada 22 Februari 2022[9].
Sepakbola
Persija Selatan
Achsanul Qosasi pernah menjabat sebagai Ketua Umum dari klub sepakbola Persija Selatan periode tahun 2000 hingga 2013[10].
Persepam Madura United
Pada tahun 2012, Achsanul membentuk klub sepakbola Persepam Madura United yang berkandang di Pamekasan dan menjabat sebagai Manajer dan Presiden Klub. Pada tahun 2014, dia kemudian mengundurkan diri dari jabatannya dan meninggalkan klub setelah terpilih kembali menjadi anggota BPK[11].
PSSI
Pada era kepemimpinan PSSI dibawah Ketua Umum Nurdin Halid, Achsanul ditunjuk untuk menjabat sebagai Bendahara PSSI periode 2007–2011[12][13][14].
Pada tahun 2022, Achsanul sempat merespon mengenai adanya dukungan untuk menjadi Ketua Umum PSSI yang baru menggantikan Iwan Bule[15].
Madura United
Pada 10 Januari 2016, Achsanul selaku CEO dari PT Polana Bola Madura mengakuisisi klub sepakbola Persipasi Bandung Raya (PBR). Pada 22 Januari 2026 klub ini kemudian berubah nama menjadi Madura United.[16]
Adanya dukungan dari berbagai pihak bagi Achsanul untuk menjadi Ketua Umum PSSI di tahun 2023 kemudian diredam Manajemen Madura United yang memintanya untuk mengurungkan niatnya menjadi Ketua Umum dan lebih berfokus di klub[17].