Mendirikan dan mengorganisasi debat club dengan nama "Idzharul Haq" (menerangkan apa yang nyata) dan mengorganisasi para pemuda Islam untuk menyiarkan pelajaran Islam, 1918–1919.
Belajar menulis di Akademi Mingguan "Panggugah" di bawah pimpinan Dr. Tjipto Mangunkusumo, 1919–1926.
Kembali dari Digul dan aktif mengorganisasi dalam muda-praja, 1933–1935.
Aktif dalam PKI dan ditangkap oleh Kem Pei Tai, 1935–1945.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, aktif mengorganisasi rakyat dalam menghadapi segala kemungkinan dan melakukan tindakan yang diperlukan, terpilih menjadi KNI (1945–1947).
Menjadi Ketua G.R.I (Gerakan Republik Indonesia), 1947–1949.