Abelsonit ditemukan oleh Charles Milton dan rekan-rekannya pada tahun 1975 dan secara resmi disetujui oleh International Mineralogical Association (IMA) pada tahun yang sama.[2] Deskripsi lengkapnya dipublikasikan pada tahun 1978 dalam jurnal American Mineralogist. Nama mineral ini diberikan untuk menghormati Philip H. Abelson (1913–2004), fisikawan dan editor Science yang berkontribusi besar dalam penelitian bahan organik dalam batuan sedimen.[2]
Kristalografi
Struktur kristal Abelsonit pertama kali dipecahkan oleh Storm dkk. (1984) menggunakan resonansi magnetik inti (NMR), yang menunjukkan bahwa mineral ini merupakan nikel etioporfirin.[7] Analisis difraksi sinar-X kemudian dilakukan oleh Mason dkk. (1989) dan diperbarui oleh Hummer dkk. (2017), yang mengonfirmasi sistem kristal triklinik dengan grup ruang P1 (No. 2) dan parameter sel unit:[6][5]
a = 8,4416(5) Å, b = 10,8919(6) Å, c = 7,2749(4) Å,
Struktur molekulnya terdiri dari ion Ni2+ yang terkoordinasi dengan empat atom nitrogen dari cincin porfirin, membentuk kompleks yang stabil.[7][5]
Sifat fisik dan kimia
Abelsonit umumnya berwarna merah jambu keunguan hingga ungu keabu-abuan gelap, dengan kilau intan hingga sub-logam.[2][8] Goresnya berwarna merah jambu pucat. Mineral ini transparan hingga tembus cahaya dan memiliki kekerasan 2–3 dalam skala Mohs, setara dengan gipsum hingga kalsit.[2] Berat jenis terukur adalah 1,45, lebih rendah dari kebanyakan mineral anorganik karena kandungan organiknya yang tinggi.[2]
Sifat optiknya biaksial negatif, namun data indeks bias dan pleokroisme masih memerlukan pengukuran lebih lanjut.[6] Abelsonit tidak menunjukkan fluoresensi di bawah sinar ultraviolet.[2]
Mineral ini larut dalam pelarut organik seperti benzena dan aseton, tetapi tidak larut dalam air, asam klorida encer, maupun asam nitrat encer.[2] Pengotor yang umum ditemukan adalah besi (Fe) dan kromium (Cr) yang menggantikan posisi nikel (Ni) dalam struktur.[1]
Keberadaan dan genesis
Abelsonit ditemukan dalam lapisan batuan sedimen kaya organik dari Formasi Green River (Eosen), terutama di daerah Uintah County, Utah, dan juga dilaporkan di Colorado.[6][8] Mineral ini terbentuk melalui proses diagenetik dari bahan organik yang mengalami perubahan termal selama pengendapan, menghasilkan porfirin yang terikat dengan logam (nikel).[6] Biasanya berasosiasi dengan mineral lain seperti albite, kuarsa, illit, dan pirit.[1]
Studi distribusi stratigrafi oleh Mason dkk. (1989) menunjukkan bahwa abelsonit terdapat dalam zona-zona tertentu yang kaya akan bahan organik dengan tingkat kematangan termal yang sesuai.[6] Mineral ini juga menjadi penanda (indikator) penting dalam memahami sejarah diagenesis cekungan Green River.
Status kelangkaan
Hingga publikasi terbaru, abelsonit tetap menjadi satu-satunya mineral geoporfirin yang diketahui memiliki struktur kristal yang terdefinisi dengan baik.[5] Meskipun porfirin lain yang mengandung vanadil (VO) telah disintesis dan ditemukan dalam bahan organik, bentuk kristalin alaminya belum ditemukan.[9]
Mineral sejenis
Mineral Kelas 10.CA (Mineral Organik - Heterosiklik)
12345678910Hummer, Daniel R.; Noll, Bruce C.; Hazen, Robert M.; Downs, Robert T. (2017). "Crystal structure of abelsonite, the only known crystalline geoporphyrin". American Mineralogist. 102 (5): 1129–1132. doi:10.2138/am-2017-6035.
↑Miller, S.A.; Hambley, T.W.; Taylor, J.C. (1984). "Crystal and molecular structure of a natural vanadyl porphyrin". Australian Journal of Chemistry. 37 (4): 761–766. doi:10.1071/CH9840761.