Pada awal abad ke-20 M, Abdullah Suriosubroto belajar ilmu kedokteran di Belanda.[6] Ketika di Belanda, dia beralih mempelajari seni lukis di Sekolah Persiapan Menggambar yang berlokasi di Leiden dan melanjutkan pendidikan di Akademi Seni Amsterdam.[7] Sepulangnya di Indonesia, dia meneruskan kariernya sebagai pelukis.
Abdullah dipandang sebagai pelukis Indonesia yang pertama pada abad ke-20.[8] Benda lukisan kesukaannya adalah pemandangan.[butuh rujukan] Pada tahun 1938, aliran seni lukis Abdullah dimasukkan dalam aliran yang dijuluki Mooi Indie (Hindia Jelita).[9]
Abdullah suka melukis pemandangan di Jawa Barat.[10] Karena itu, ia lebih banyak tinggal di Kabupaten Bandung agar mudah melukis keindahan, ketenangan dan keasriannya.[11] Kemudian dia pindah ke Yogyakarta, di mana dia meninggal tahun 1941.
↑Cempaka Fine Art Auction (2005). Cempaka Fine Art Auction (dalam bahasa Inggris). Cempaka Fine Art Auction. hlm.99.; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Dinas Kebudayaan dan Permuseuman & Yayasan untuk Indonesia (2005). Ensiklopedi Jakarta - Culture & Heritage Volume 1. Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. hlm.10.; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)