Abdul Wahid HK (27 Februari 1960–6 Juni 2024) adalah politikus Partai Golongan Karya yang menjabat Bupati Hulu Sungai Utara dua periode sejak 2012 hingga 2021.[1] Ia menjabat sebagai Bupati Hulu Sungai Utara berpasangan dengan wakil bupati Husairi Abdi.
Riwayat Hidup
Kehidupan awal dan pendidikan
Abdul Wahid lahir di Amuntai, 27 Februari 1960 sebagai anak dari H. Abdul Karim dan Hj. Mastika Aini. Ia memiliki empat orang saudara kandung bernama Hj. Ismawati, H. Muhammad Taufik, Farid Wajidi, dan Abdul Basith.[2]
Abdul Wahid telah terlibat dalam organisasi sejak bangku sekolah. Ia menjabat Wakil Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Amuntai dan Wakil Ketua Nahdlatul Muta'allimin Normal Islam Rasyidiyah Khalidiyah pada 1977–1979.[2][4]
Di bangku kuliah, ia menjabat Komandan Yonif 1 (Dan Yon 1) Resimen Mahasiswa (Menwa) Suryanata Kalimantan Selatan, Ketua Bidang Kemahasiswaan Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, dan Ketua Bidang Pengkaderan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Banjarmasin pada 1981–1984. Selanjutnya, ia menjabat Wakil Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Selatan pada 1984–1987.[2][4]
Sebagai wartawan, ia menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan pada 1983–1999. Ia juga menjadi anggota Mass Media Golongan Karya Kalimantan Selatan pada 1985–1992 dan Ketua Bagian Mass Media Golongan Karya Hulu Sungai Utara pada 1992–1998.[2][4]
Sebagai politikus, ia menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Hulu Sungai Utara pada 1999–2009. Ia juga menjabat Ketua Kosgoro 1957 Hulu Sungai Utara sejak 2005. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan pada 2009–2012 dan Ketua DPD Partai Golongan Karya Hulu Sungai Utara sejak 2015.[2][4]
Kehidupan pribadi
Abdul Wahid menikahi Dra. Hj. Anisah Rasyidah, M.AP. yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Anisah menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Hulu Sungai Utara sejak 2018 (pelaksana tugas sejak 2016).[7][8] Pasangan ini memiliki dua orang putra bernama Indrarta Fajar Nuzuli dan Almien Ashar Safari.[2] Almien menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara periode 2019–2024.[9]
Kasus Hukum
Pada 18 November 2021, Abdul Wahid ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka atas suap dan gratifikasi dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan pada tahun 2021-2022.[10][11][12] Atas tindakannya, Abdul Wahid dituntut 9 tahun penjara.[13][14]
Meninggal dunia
Abdul Wahid meninggal dunia pada tanggal 6 Juni 2024 di RS Dr R Soeharsono, Banjarmasin karena sakit.[15][16]