Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Lathif Alu Syaikh at-Tamimi (bahasa Arab:عبدالعزيز بن عبدالله بن محمد بن عبداللطيف آل الشيخ التميميcode: ar is deprecated ) atau Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh saja (30 November 1940–23 September 2025) adalah Mufti Agung Arab Saudi yang menjabat pada tahun 1999 hingga kematiannya pada 23 September 2025.[2] Selain itu, ia juga menjadi Ketua Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa. Ia merupakan salah satu keturunan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Biografi
Ayah dari Abdul Aziz wafat ketika dia masih berumur 8 tahun, pada tahun 1370 Hijriah. Ia telah menghafal al-Qur'an pada tahun 1373 Hijriah dibawah bimbingan Syaikh Muhammad bin Sannan. Abdul Aziz merupakan keturunan Alu Syaikh yang terkenal, yang juga keturunan Alu Musyrif kerabat dari Al-Mu'adhid dari Fakhdz Alu Zakhir dari Bani Hanzhalah, Kabilah Tamim. Pada tahun 1969–1970, ia memimpin Masjid Sheikh Muhammad bin Ibrahim di Dukhna, Riyadh. Pada tahun 1979, ia diangkat menjadi asisten profesor di Fakultas Syariah, Mekkah.
Pada Juni 1999, Raja Fahd mengangkat Abdul Aziz sebagai Mufti Agung Arab Saudi, setelah wafatnya Mufti Agung Abdulaziz Bin Baz.[3] Abdul Aziz wafat pada 23 September 2025 pada usia 84 tahun.[4][5]
Pendidikan
Kitab at-Tauhid, Ushul ats-Tsalatsah, Arba'in an-Nawawiyyah dari Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, Mufti Pertama Arab Saudi pada tahun 1374 sampai 1380 Hijriah,
Menjadi pembimbing dalam penulisan tesis dan disertasi di Fakultas Syari'ah, Fakultas Ushuluddin dan Sekolah Tinggi Ilmu Kehakiman Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, dan Fakultas Syari'ah Universitas Umm Al-Qura, Makkah,
Mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kehakiman Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh,
Anggota majelis keilmuan di Universitas yang sama.
Pekerjaan
Guru di Sekolah Imam ad-Da'wah, sejak 1 Rajab 1384 Hijriah
Menjadi Imam dan Khatib di Masjid Syaikh Muhammad bin Ibrahim di Riyadh, semenjak Syaikh Muhammad bin Ibrahim wafat, sejak tahun 1389 Hijriah
Asisten Profesor di Fakultas Syari'ah, sejak 7 Jumadal Ula 1399 Hijriah
Associate Professor di Fakultas Syari'ah, 13 Dzulqa'dah 1400 Hijriah
Imam dan Khatib di Masjid Namirah, Arafah, sejak tahun 1402 Hijriah
Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi, sejak bulan Syawwal tahun 1407 Hijriah
Sejak tanggal 15 Rajab 1412 Hijriah (14 Mei1999), keluar dari Universitas dan menjadi anggota penuh waktu di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 1/76 tanggal 15 Rajab 1412 Hijriah.
Menjadi Imam dan Khatib di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh pada bulan Ramadhan tahun 1412 Hijriah.
Menjadi Wakil Mufti yang setingkat dengan Menteri sesuai dengan Surat Keputusan Kerajaan Nomor 838 tanggal 25 Sya'ban 1416 Hijriah.
Menjadi Mufti Besar, Ketua Dewan Ulama Senior dan Ketua Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi setelah wafatnya Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz[3] sesuai dengan Surat Keputusan Kerajaan Nomor A/20 tanggal 29 Muharram 1420 Hijriah (15 Mei1999.
Telah mengikuti dan memiliki berbagai kegiatan ilmiah, seminar, pertemuan dan kajian, serta program keagamaan melalui radio dan televisi.
Keluarga
Syaikh Abdul Aziz memiliki 4 anak
Abdullah bin Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, Pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kehakiman Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Wakil ayahnya sebagai Imam dan Khatib Masjid Imam Turki bin Abdullah sejak 30 Jumadal Ula 1428 Hijriah, dan sebagai Penasihat Pusat Studi Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh dalam Studi Fikih Kontemporer bidang Kesehatan sejak bulan Rajab 1431 Hijriah.
Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, Insinyur di Dewan Umum Pariwisata dan Peninggalan Bersejarah Arab Saudi.
Muslim paling berpengaruh di dunia
Syaikh Abdul Aziz masuk ke dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia versi majalah The Muslim 500 cetakan The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Yordania, urutan 11 pada tahun 2009 dan 2010, urutan 14 pada tahun 2011, urutan 18 pada tahun 2012 dan urutan 14 pada tahun 2013.[6]
↑Schmitt, Eric; Shanker, Thom (2008-03-18). "U.S. adapts cold-war idea to fight terrorists". New York Times. Saudi Arabia 's top cleric, Grand Mufti Sheik Abdul Aziz al-Asheik, gave a speech last October warning Saudis not to join unauthorized jihadist activities, a statement directed mainly at those considering going to Iraq to fight the American-led forces. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)