Plot
Film ini disajikan dalam
narasi nonlinear, di mana ceritanya bergerak antara kenangan masa lalu (tahun 1952) di Nagasaki setelah
Perang Dunia II dan masa kini (tahun 1982) di Inggris
[a]
Di Nagasaki tahun 1952, Etsuko yang tengah hamil terbangun dari tidurnya dan kemudian melakukan aktivitas harian paginya sebelum suaminya, Jiro berangkat untuk bekerja. Saat membaca sebuah buku, dia mendengar tetangga yang sedang membicarakan seorang pria Amerika yang melintas. Di kejauhan, Etsuko melihat seorang wanita yang menyambut pria Amerika tersebut masuk ke rumahnya.
- Di Inggris tahun 1982, saat mengunjungi ibunya (Etsuko), Niki menemukan beberapa foto hitam putih ibunya saat masih di Nagasaki. Niki memutuskan untuk menghindari tidur di kamar masa kecilnya, karena posisinya yang berseberangan dengan kamar Keiko, kakak perempuannya yang telah meninggal. Niki mendapatkan telepon dari kekasihnya yang merupakan seorang pria yang telah beristri dan memiliki anak. Atas dorongan kekasihnya yang seorang penerbit, Niki berkeinginan untuk menulis buku tentang Nagasaki dan mulai meminta Etsuko untuk menceritakan masa lalunya.
Suatu hari saat perjalanan pulang ke rumahnya, Etsuko melihat seorang anak perempuan (Mariko) yang sedang dirundung oleh beberapa anak pria. Etsuko mengantar anak perempuan tersebut pulang ke rumahnya, yang membuatnya berkenalan dengan Sachiko (wanita yang dilihatnya dari kejauhan sebelumnya). Sachiko memiliki rencana untuk pindah ke Amerika bersama seorang pria Amerika bernama Frank. Ia melihat masa depan yang lebih baik di sana dan membutuhkan uang, sehingga meminta bantuan Etsuko untuk mencarikannya pekerjaan. Etsuko mengenalkan Sachiko pada seorang pemilik kedai mie Nyonya Fujiwara dan bekerja di sana sebagai koki, sementara Mariko membantu mengantar makanan ke para pelanggan. Suatu hari, seorang pelanggan menyindir Sachiko dan anaknya sebagai manusia yang teradiasi, sehingga membuat Sachiko marah dan menyiramnya, serta Machiko menggigitnya.
- Saat berjalan di jalanan dekat rumah, Etsuko bertemu dengan salah satu temannya, dan salah mengira Niki sebagai Keiko. Dalam perbincangan tersebut, Etsuko berbohong dengan mengatakan bahwa Keiko saat ini masih hidup dan tinggal di Manchester. Hal tersebut membuat Niki terkejut dan mengungkit hubungannya dengan Keiko yang tidak pernah dekat, seolah-olah Keiko selalu menjaga jarak dengan keluarga ayahnya. Saat Niki mengkonfrontasi ibunya mengapa dia berbohong perihal Keiko, Etsuko menamparnya. Keiko kemudian memutuskan untuk pergi ke pemakaman, sementara seorang pria datang untuk mendokumentasi semua isi rumah yang rencananya akan dijual, termasuk kamar Keiko yang selama ini jarang disentuh.
Ogata, ayah mertua Etsuko yang datang menginap selama beberapa hari, menemukan sebuah violin yang sudah jarang dimainkan oleh Etsuko. Violin tersebut mengingatkan trauma dan rasa bersalah Etsuko pada apa yang terjadi pada saat Pengeboman Nagasaki. Tidak lama kemudian, Jiro datang bersama teman-temannya untuk minum. Di saat yang bersamaan, Sachiko datang mencari Mariko yang menghilang. Etsuko memutuskan untuk menemani Sachiko mencari Mariko. Dalam pencarian tersebut, Sachiko mengaku bahwa dia akan segera pindah ke Amerika dalam beberapa hari. Mereka akhirnya menemukan Mariko yang terbaring di sebuah perahu yang ada di sungai. Dari cerita Sachiko, Etsuko mengetahui bahwa Mariko sering mengaku melihat sosok wanita yang telah lama meninggal akibat gantung diri.
- Setelah berkebun bersama, Niki bertanya kepada Etsuko alasan sebenarnya ibunya pindah dari Nagasaki ke Inggris. Awalnya Etsuko menjawab bahwa untuk memberikan kesempatan yang lebih besar pada Keiko.
Saat Sachiko dan Etsuko menghabiskan waktu bersama di sebuah area terbuka, anak dari salah satu wanita menuduh Mariko sengaja menendangnya saat memanjat pohon. Etsuko menolak pengakuan tersebut karena selama ini terus mengawasi mereka. Saat melihat pemandangan kota Nagasaki dari ketinggian, Sachiko menyampaikan bahwa pergi ke Amerika adalah keinginannya sejak kecil, sementara terungkap bahwa Etsuko juga berada di lokasi dekat area pengeboman saat kota Nagasaki hancur akibat pengeboman. Malam harinya, Mariko bermain tembak-tembakan di sebuah bazar dan memenangkan hadiah pertama setelah mengikuti saran dari Etsuko.
Jiro mulai merasa terganggu dengan ayahnya yang menginap di rumahnya. Etsuko yang menasihatinya agar bersikap lebih baik kepada ayahnya, malah juga ikut dikritik agar menjalankan perannya sebagai calon ibu yang lebih baik. Siangnya, Ogata ditemani oleh Etsuko pergi menemui Shiego Matsuda, teman Jiro yang menulis sebuah esai yang mengkritik Ogata saat bekerja sebagai guru. Ogata menanyakan alasan Shigeo menulis esai tersebut, di mana Shigeo menganggap apa yang diajarkan oleh guru-guru di zaman perang adalah kebohongan. Setelah pertemuan itu, Ogata memutuskan untuk pulang ke Fukuoka. Di stasiun kereta, Etsuko berpesan agar Ogata bisa ikut berubah dengan zaman yang terus berubah.
- Niki membaca kartu pos yang pernah dikirim oleh Ogata untuk Etsuko, dengan isi mengenai permintaan maaf karena telah menginap terlalu lama di Nagasaki, dan meminta Etsuko untuk datang mengunjunginya di Fukuoka.
Etsuko melihat seorang wanita mengenakan kain berkabung berwarna hitam yang berjalan menuju ke rumah Sachiko. Saat dia mendatangi rumah Sachiko dan bertanya tentang wanita tersebut, baik Mariko maupun Sachiko mengaku tidak tahu wanita yang dimaksud. Di saat yang sama, Sachiko sedang sibuk berkemas untuk persiapan kepindahannya ke Amerika. Mariko tidak ingin pindah ke Amerika dan bertengkar dengan Sachiko karena kekhawatirannya pada Atsu, kucing kecil yang dirawatnya. Sachiko merebut Atsu dari tangan Mariko dan kemudian membunuhnya di sungai.
- Niki menemukan sebuah kotak berisi album foto yang berisi foto Keiko saat berumur 5 tahun. Dari foto tersebut terungkap bahwa Keiko adalah Mariko, yang ternyata tidak ikut Sachiko ke Amerika, melainkan dibawa oleh Etsuko ke Inggris bersamanya. Etsuko selama ini selalu memendam perasaan menyesal karena telah membawa Keiko ke Inggris meskipun tahu dia tidak akan bahagia. Niki menolak pandangan tersebut dan berkata kepada Etsuko telah melakukan hal terbaik yang dia bisa dan memastikan bahwa kematian Keiko bukan karena kesalahannya. Niki berkemas untuk pulang ke London dan berpesan kepada ibunya supaya berubah, persis seperti pesan Etsuko kepada Ogata di stasiun kereta puluhan tahun silam.