Peperangan anti-kapal selam (bahasa Inggris:Anti-submarine warfarecode: en is deprecated , disingkat ASW atau A/S) adalah cabang peperangan bawah air yang menggunakan kapal perang permukaan, pesawat terbang, atau kapal selam lainnya untuk menemukan, melacak, dan menghalangi, merusak, atau menghancurkan kapal selam musuh.
Keberhasilan peperangan anti-kapal selam bergantung pada perpaduan antara teknologi sensor dan senjata, pelatihan, serta pengalaman.
Diawali dengan memakai sonar untuk mendeteksi, kemudian melakukan pengelompokkan suara, menemukan, dan melacak kapal selam target. Setelah ketemu targetnya, hancurkan kapal selam musuh baik dengan torpedo, ranjau laut, maupun peledak kedalaman, yang diluncurkan dari udara, permukaan, ataupun bawah laut.
Langford, Thomas (2005). "Anti-Submarine Warfare". Dalam Tucker, Spencer C. (ed.). Encyclopedia of World War II: A Political, Social, and Military History. Vol.Volume 1. Oxford, UK: ABC-CLIO. hlm.105–108. ISBN978-1-57607-999-7.;
McKee, Fraser M. (January 1993). "An Explosive Story: The Rise and Fall of the Depth Charge"(PDF). The Northern Mariner / Le marin du nord. III (1). Ottawa, Ontario: Canadian Nautical Research Society and the North American Society for Oceanic History. ISSN1183-112X. Diakses tanggal 3 June 2015.
Parillo, Mark (1993). Japanese Merchant Marine in World War II. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press.
Preston, Anthony (2005). The World's Greatest Submarines.