Jawab mereka kepadanya (Ahazia): "Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya." Maka berkatalah ia: "Itu Elia, orang Tisbe!" (TB)[4]
Jubah berbulu kasar yang dibuat dari kulit domba, kulit kambing, atau bulu unta merupakan tanda jabatan nabi sejak Elia, termasuk Yohanes Pembaptis (bandingkan Zakharia 13:4; Matius 3:4; Ibrani 11:37). Sabuk kulit Elia itu biasanya dipakai oleh orang miskin. Pakaian seorang nabi menjadi tanda kecaman terhadap golongan atas yang kaya yang memperlihatkan sifat materialistis (bandingkan Yesaya 20:2; Matius 11:7–8).[5]
Ayat 17
Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia. Maka Yoram menjadi raja menggantikan dia dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda, sebab Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki. (TB)[6]
"Dalam tahun ke-2 zaman Yoram bin Yosafat": Menurut kronologiThiele,[7] adalah masa Yoram menjadi "raja bersama" dengan Yosafat, ayahnya, Yoram bin Ahab, saudara laki-laki Ahazia, menjadi raja Israel antara April - September 852 SM, kemudian mati antara April dan September 841 SM.[8]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857