Žďár nad Sázavou menjadi terkenal setelah Perang Dunia II ketika pemerintah komunis memutuskan untuk membangun industri baja di kota ini, yang disebut ŽĎAS. Dalam waktu kurang dari dua puluh tahun penduduk kota ini bertambah lima kali lipat, dari sekitar 3.000 jiwa pada tahun 1950 menjadi 15.000 jiwa pada tahun 1969, dan jumlah penduduk terus bertambah hingga tahun 1980-an. Dengan jatuhnya rezim komunis pada tahun 1989, industri berat mulai menurun, tetapi ŽĎAS tetap berproduksi hingga saat ini.
Tragedi
Pada Oktober 2014, terjadi serangan pada sebuah sekolah di kota ini dengan menggunakan pisau, yang mengakibatkan kematian seorang anak lelaki berusia 16 tahun serta tiga murid lainnya mengalami cedera.[2]