*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Ākaṅkheyya Sutta (MN 6, Jika Seorang Biku menghendaki) adalah diskursus keenam dalam kelompok diskursus Mūlapannāsapāli, Majjhima Nikāya. Diskursus ini disampaikan Sang Buddha di Jetavana tentang pentingnya moralitas (Pali: sīla) dan disiplin (Pali: pātimokkha) sebagai dasar dari seluruh pencapaian spiritual.
Isi
Buddha menjelaskan apa yang harus dilakukan seorang bhikkhu jika menginginkan hal-hal tertentu (Pali: ākaṅkheyya),[a] misalnya dihormati, dipuji dan disukai, memperoleh empat kebutuhan hidup secara layak, diingat dengan penuh keyakinan oleh kerabat dan keluarga, menaklukkan kotoran-kotoran batin, mencapai pengetahuan spiritual, mencapai absorpsi meditatif (jhāna), memiliki berbagai pengetahuan adikodrati (abhiññā) atau mencapai pembebasan, maka ia harus:[2][3]
Menjaga sila dengan baik
Terkendali dalam pengekangan di dalam peraturan-peraturan kerahiban