Dalam artikel ini, marga paternal ataunama keluarganya adalah Sonejeedan marga maternal (keluarga ibunya) adalah Masand; keduanya umumnya digabung dengan konjungsi "i".
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik
Óscar Sonejee Masand (lahir 26 Maret 1976) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola asal Andorra, yang sekarang menjadi pelatih kepala tim nasional U-19 Andorra.
Kehidupan awal
Lahir di Santa Coloma, Andorra, kedua orang tua Sonejee berasal dari India, tetapi telah memutuskan untuk bermigrasi dari kampung halaman mereka di Delhi pada tahun 1970-an bersama dua putra pertama mereka sebelum Sonejee lahir.[1][2] Setelah tinggal di Paris, ayahnya pindah ke Barcelona, tempat dimana ia tinggal selama satu tahun. Namun, ia segera ingin pindah lagi karena merasa kota tersebut terlalu berorientasi pada wisatawan, dan kemudian pindah ke Andorra, sebuah kepangeranan kecil di Pegunungan Pirenia, atas rekomendasi para pedagang Hindu setempat. Setelah menetap di negara tersebut, istrinya dan kedua anaknya pindah untuk tinggal bersamanya, dan keluarga itu tetap tinggal di sana setelah negara tersebut memperoleh kemerdekaan pada Maret 1993.[1][2] Sonejee lahir tidak lama kemudian dan menjadi satu-satunya anggota keluarga yang lahir di luar India.[2]
Partisipasi olahraga pertama Sonejee adalah dalam olahraga musim dingin, yang secara tradisional lebih populer di wilayah pegunungan tersebut. Namun, saat kelas enam, dia pertama kali bermain sepak bola dan dengan cepat menekuni olahraga tersebut. Dia fasih berbahasa Katalan dan Hindi, serta dapat berbicara sedikit bahasa Inggris.[1]
Karier klub
Sonejee memulai kariernya sebagai pemain muda di klub lokal UE Sant Julià. Penampilan impresifnya bersama tim muda Andorra itu membuatnya mendapat kesempatan trial dengan klub La Liga, Valencia CF, setelah dipantau oleh salah satu pemandu bakat klub tersebut. Namun, trial itu tidak berhasil.[1] Dia kemudian bergabung dengan FC Andorra, sebuah tim Andorra yang berkompetisi dalam sistem liga sepak bola Spanyol. Ia tampil sebelas kali untuk klub tersebut di Segunda División B pada musim 1997–98 saat tim mengalami degradasi.
Pada tahun 2008, Sonejee dikabarkan akan pindah ke tanah asal orang tuanya, India, dengan menerima tawaran dari East Bengal dan Churchill Brothers. Awalnya dia menandatangani kontrak dengan East Bengal, tetapi kemudian memutuskan menerima tawaran dari Churchill Brothers yang berbasis di Goa karena merasa budaya di kota tersebut lebih bernuansa Eropa dan akan lebih mudah beradaptasi, serta lokasinya lebih dekat dengan keluarga istrinya.[3] Namun, kemudian diketahui bahwa kontrak awalnya dengan East Bengal masih berlaku dan kedua klub mengklaim hak atas dirinya. Ketika Churchill mencoba mendaftarkannya, Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF) memblokir proses tersebut karena sudah menerima pendaftaran dari East Bengal.[4] Situasi ini akhirnya membuat Sonejee membatalkan kepindahannya ke India setelah sempat berlatih selama satu bulan bersama Churchill,[2] dan ia pun kembali ke negaranya untuk bergabung dengan FC Santa Coloma.[1]
Masa paling sukses dalam kariernya terjadi saat bermain selama empat tahun bersama Santa Coloma antara 2008 hingga 2012, di mana dia membantu tim tersebut meraih dua gelar Divisi Utama Andorra secara beruntun pada musim 2009–10 dan 2010–11. Dia juga memenangkan dua gelar Piala Andorra pada tahun 2009 dan 2012.
Setelah kembali ke klub pertamanya, Sant Julià, pada tahun 2015, Sonejee mulai mengambil lisensi kepelatihan sambil tetap bermain, dengan memperoleh lisensi UEFA A dan B.[1] Dia kembali ke Lusitanos pada tahun berikutnya setelah dibujuk oleh pelatih Raul Canete untuk menunda pensiunnya satu musim lagi.[5] Namun, pada Januari 2017, ia secara resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola pada usia 40 tahun.[6]
Karier internasional
Sonejee bermain untuk tim nasional Andorra pada 2009
Sonejee memulai kariernya bersamaan dengan Andorra mendeklarasikan kemerdekaan dan membentuk badan pengatur sepak bola sendiri, Federasi Sepak Bola Andorra (AFF), pada tahun 1994. Karena itu, dia menjadi bagian dari tim muda negaranya saat mulai berkompetisi di ajang internasional.[1] Dia melakukan debut internasional pada tahun 1997 dalam kekalahan persahabatan 4–1 melawan Estonia di Kuressaare linnastaadion, yang merupakan pertandingan internasional kedua Andorra setelah merdeka. Tiga hari kemudian, dalam pertandingan keduanya, dia mencetak gol pertamanya meski kembali kalah dengan skor yang sama dari Latvia di Stadion Daugava, Riga. Dia pertama kali menjadi kapten tim dalam pertandingan melawan Armenia pada 12 Oktober 2005, dimana dia juga mencetak gol bunuh diri dalam kekalahan kandang 0–3 pada kualifikasi Piala Dunia FIFA 2006.
Meskipun telah melakukan debut, Sonejee sebenarnya masih memenuhi syarat untuk membela tim nasional India karena saat itu belum memiliki paspor Andorra. Dia kemudian mengakui bahwa jika mendapat panggilan, dia mungkin akan berpindah membela India, tetapi menyatakan bahwa: "karena saya melihat tidak ada yang tertarik, saya memutuskan untuk terus bermain untuk Andorra, dan mendapatkan paspor itu."[1] Pada Februari 2000, dia mencetak gol untuk Andorra yang membantu tim meraih poin pertama dalam sejarah mereka di pertandingan internasional dengan hasil imbang 1–1 melawan Malta dalam turnamen Rothmans International 2000.[1]
Pada 28 Maret 2007, dalam pertandingan kualifikasi Kejuaraan Eropa UEFA 2008, Sonejee terlibat perselisihan dengan penyerang tim nasional Inggris, Wayne Rooney, yang membuat keduanya menerima kartu kuning dan Rooney kemudian ditarik keluar oleh pelatih Fabio Capello karena khawatir akan mendapat kartu merah.[3][7] Sonejee kemudian menuduh Rooney bersikap arogan dan menghina dirinya selama pertandingan.[8][9]
Pada 6 Juni 2015, Sonejee menjadi pemain Andorra pertama yang mencatatkan 100 penampilan bersama tim nasional.[10] Pencapaian itu diraih saat dia tampil sebagai kapten tim dalam kekalahan kandang 1–0 pada pertandingan persahabatan melawan Guinea Khatulistiwa. Sebelum pertandingan dimulai, dia menerima topi kehormatan dan medali dari Victor Santos, presiden AFF saat itu.[2]
Sonejee pensiun dari sepak bola internasional pada 12 November 2015, dengan pertandingan terakhirnya untuk Andorra berakhir dengan kekalahan kandang 0–1 dalam pertandingan persahabatan melawan Saint Kitts dan Nevis. Rekor 106 caps miliknya kemudian dilampaui oleh Ildefons Lima pada Agustus 2017.[11] Pada saat penampilan terakhirnya, dia juga merupakan pemain internasional tertua dalam sejarah Andorra dengan usia 39 tahun 230 hari, sebelum rekornya dilampaui pada tahun 2018 oleh Juli Sánchez.
Karier kepelatihan
Sonejee melatih tim nasional Andorra U-16 dalam dua turnamen muda UEFA, masing-masing di Luxembourg pada tahun 2014 dan Montenegro pada tahun 2015.[12][13] Diaa kemudian ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Andorra U-17 pada Januari 2016 dan menjabat hingga Oktober 2017.
Pada tahun 2019, Sonejee kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Andorra U-17, posisi yang dipegangnya hingga pertengahan 2024 sebelum akhirnya dipromosikan menjadi pelatih kepala tim nasional U-19.
Kehidupan pribadi
Sonejee memiliki keturunan India dan bekerja sebagai agen asuransi.[1][14] Istrinya juga berasal dari India, tepatnya dari Bandra,[1] dan keduanya menikah di Jaipur.[2] Mereka berdua telah dikaruniai dua orang anak.[5] Sonejee juga merupakan penggemar film Bollywood.[2]
Statistik karier
Internasional
Penampilan dan gol oleh tim nasional dan tahun[15]