Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026

Pemerintah Indonesia di bawah komando Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menetapkan sasaran yang cukup optimistis namun terukur untuk tahun 2026. Target pertumbuhan ekonomi dipatok pada angka 5,4%. Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah visi besar untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dalam berbagai kesempatan strategis, Airlangga Hartarto memaparkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun krusial dalam transformasi struktur ekonomi nasional. Setelah melewati masa pemulihan pascapandemi dan navigasi di tengah ketidakpastian geopolitik global, pemerintah kini fokus pada penguatan fondasi domestik dan ekspansi pasar internasional.

baca juga: Digitalisasi UMKM: Cerita Sukses Pedagang Lokal Tembus Pasar Ekspor Lewat E-commerce

Landasan Optimisme Ekonomi 2026

Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat dibanding negara-negara tetangga. Inflasi yang terkendali, rasio utang yang terjaga, serta neraca perdagangan yang konsisten surplus menjadi modal utama. Namun, untuk mencapai 5,4%, dibutuhkan mesin pertumbuhan baru yang lebih bertenaga daripada sekadar konsumsi rumah tangga.

Airlangga menekankan bahwa strategi “Business as Usual” tidak lagi cukup. Diperlukan lompatan melalui hilirisasi industri, digitalisasi, dan optimalisasi investasi hijau. Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pilar Utama Strategi Airlangga Hartarto

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Kemenko Perekonomian telah merumuskan beberapa pilar strategis yang akan menjadi motor penggerak utama di tahun 2026.

1. Transformasi Sektor Industri melalui Hilirisasi

Hilirisasi tetap menjadi “mantra” utama pemerintah. Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah. Fokus di tahun 2026 adalah memperluas cakupan hilirisasi dari sektor pertambangan (nikel, tembaga, bauksit) ke sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan.

Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri, Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan nilai ekspor secara signifikan. Investasi di kawasan industri terpadu akan terus digenjot untuk memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir berjalan efisien.

2. Penguatan Ekonomi Digital dan AI

Di tahun 2026, ekonomi digital diproyeksikan menjadi penyumbang PDB yang semakin dominan. Airlangga mendorong percepatan adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) pada sektor UMKM dan manufaktur. Program literasi digital dan pengembangan talenta digital terus diperluas untuk memastikan SDM Indonesia mampu bersaing di kancah global.

Pemerintah juga berupaya menciptakan ekosistem startup yang lebih sehat melalui regulasi yang mendukung inovasi namun tetap menjaga perlindungan data pribadi dan keamanan siber.

3. Ketahanan Energi dan Transisi Hijau

Strategi ekonomi 2026 juga sangat kental dengan nuansa keberlanjutan. Melalui mekanisme Energy Transition Mechanism (ETM) dan pengembangan pasar karbon, Indonesia berupaya menarik investasi hijau. Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, panas bumi, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) menjadi prioritas utama.

Airlangga menyatakan bahwa investasi hijau bukan lagi beban biaya, melainkan peluang ekonomi baru yang dapat menciptakan lapangan kerja “hijau” dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional yang semakin menuntut standar lingkungan yang ketat.

4. Pemanfaatan Keanggotaan OECD dan CPTPP

Langkah berani diambil dengan mempercepat proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Keanggotaan ini diharapkan menjadi katalisator bagi perbaikan standar regulasi, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dan iklim investasi yang lebih transparan.

Selain itu, keterlibatan aktif dalam kerja sama perdagangan internasional seperti CPTPP akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Indonesia, sekaligus memacu daya saing industri nasional.

Tantangan yang Harus Diantisipasi

Meski strategi telah disusun rapi, Airlangga tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang mungkin mengadang di tahun 2026. Beberapa faktor risiko yang terus dipantau antara lain:

  • Volatilitas Geopolitik: Konflik global yang belum mereda dapat mengganggu rantai pasok energi dan pangan dunia.
  • Perubahan Iklim: Dampak cuaca ekstrem terhadap produktivitas pertanian nasional.
  • Kebijakan Moneter Global: Fluktuasi suku bunga bank sentral dunia (seperti The Fed) yang mempengaruhi aliran modal keluar (capital outflow).
  • Kesenjangan Keterampilan: Kecepatan teknologi yang belum sepenuhnya terkejar oleh kualitas pendidikan vokasi di tanah air.

Untuk memitigasi risiko tersebut, pemerintah mengedepankan kebijakan fiskal yang fleksibel namun tetap disiplin, serta memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter (KSSK).

Peran UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Dalam paparan strateginya, Airlangga Hartarto memberikan porsi besar pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, pertumbuhan 5,4% tidak akan tercapai jika UMKM hanya diam di tempat. Pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, serta mendorong UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital (onboarding).

Pemerintah juga memberikan fasilitas sertifikasi halal gratis dan kemudahan perizinan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Tujuannya agar UMKM naik kelas dan mampu mengekspor produknya ke mancanegara.

Investasi Infrastruktur Pendukung

Infrastruktur fisik tetap menjadi perhatian utama. Namun, fokus di tahun 2026 akan lebih banyak bergeser pada infrastruktur yang meningkatkan konektivitas logistik dan efisiensi biaya. Pembangunan pelabuhan strategis, jalan tol Trans-Sumatera, dan pusat-pusat logistik digital akan terus dipacu.

Airlangga menekankan pentingnya biaya logistik yang kompetitif agar harga produk Indonesia bisa bersaing dengan produk dari Vietnam atau Thailand. Penurunan biaya logistik terhadap PDB ditargetkan turun secara bertahap melalui digitalisasi pelabuhan dan sinkronisasi regulasi daerah.

Menjaga Daya Beli Masyarakat

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor pertumbuhan yang signifikan. Oleh karena itu, menjaga daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah menjadi sangat krusial. Strategi pemerintah mencakup pengendalian inflasi pangan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID).

Penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran berbasis data Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) dipastikan akan berlanjut di tahun 2026. Dengan daya beli yang terjaga, roda ekonomi akan terus berputar karena permintaan domestik tetap tinggi.

baca juga: Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Berkarier di Kementerian PUPR, Perkuat Digitalisasi Infrastruktur Nasional

Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia

Dengan target 5,4% di tahun 2026, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Airlangga Hartarto optimis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, target ini bukan sekadar impian.

Kepemimpinan ekonomi yang kuat, kebijakan yang pro-investasi, serta perlindungan terhadap masyarakat rentan adalah kunci utama. Transformasi ekonomi yang sedang dijalankan saat ini akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.

Pertumbuhan 5,4% di tahun 2026 adalah batu pijakan. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada konsistensi eksekusi kebijakan di lapangan dan kemampuan Indonesia untuk tetap lincah di tengah dinamika dunia yang terus berubah. Airlangga Hartarto mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi demi mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

penulis: ridho

Views: 0
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *