Harga Emas Dunia Akhirnya Naik Setelah Turun 4 Pekan Berturut-turut

Harga Emas Dunia Akhirnya Naik Setelah Turun 4 Pekan Berturut-turut

Harga emas dunia akhirnya naik setelah turun selama empat pekan berturut-turut, didorong oleh penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Harga emas spot melonjak 1,4% menjadi US$ 4.182,28 per ons, berpotensi membukukan kenaikan sekitar 2,3% sepanjang pekan.

Emas telah berada di bawah tekanan sepanjang 2026, dengan kenaikan inflasi, menguatnya dolar AS, dan sikap agresif sejumlah bank sentral membuat minat investor terhadap aset safe haven berkurang. Emas mencatat kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun pada periode April hingga Juni.

Momen Penentu di Menit Akhir

Harga emas masih diperdagangkan sekitar 22% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menyentuh lebih dari US$ 5.300 per ons pada Januari lalu. Pemulihan harga emas pekan ini dipicu oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis waktu setempat. Data nonfarm payrolls menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dibandingkan revisi data Mei yang mencapai 129.000 pekerjaan maupun proyeksi ekonom yang dihimpun Dow Jones sebesar 115.000 pekerjaan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Laporan itu membuat pelaku pasar menilai ruang bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga semakin terbatas. Berdasarkan alat pemantau FedWatch milik CME Group, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 53,5% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan September, setelah mempertahankan suku bunga pada Juli. Angka tersebut turun dibandingkan sebelum data ketenagakerjaan dirilis. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga lebih menarik ketika suku bunga diperkirakan tidak lagi naik agresif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Analis OCBC menyatakan mulai lebih optimistis terhadap prospek harga emas setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. “Data nonfarm payrolls yang lebih lemah dari perkiraan membantu mengurangi risiko sikap agresif (hawkish) The Fed. Dalam jangka pendek, kami mengubah pandangan dari berhati-hati menjadi optimistis secara terukur. Harga emas berpeluang melanjutkan pemulihan apabila data ekonomi Amerika Serikat berikutnya terus menekan imbal hasil riil dan dolar AS.” Namun, OCBC mengingatkan investor agar tidak terlalu cepat bereuforia, karena tingkat pengangguran yang masih stabil, sikap The Fed yang tetap cenderung hawkish, serta risiko inflasi yang belum mereda membuat investor tetap perlu berhati-hati.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8225129/harga-emas-dunia-akhiri-tren-penurunan-empat-pekan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *