BRIN Pastikan Es Abadi di Puncak Jaya Tak Bisa Kembali, Ini Pemicunya

Es abadi di Puncak Jaya, Papua, yang telah menjadi simbol keajaiban alam selama ribuan tahun, dipastikan tidak akan pernah kembali. Penyebabnya adalah temperatur global yang terus meningkat, membuat es di puncak gunung tersebut terus meleleh dan menyusut. Peneliti Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Thomas Djamaluddin, menegaskan bahwa es abadi di Puncak Jaya tidak mungkin kembali karena perubahan iklim global yang signifikan.

Fakta Mencairnya Es Abadi

Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa mencairnya gunung es di Puncak Jaya bukanlah fenomena孤独, melainkan terjadi di mana-mana akibat pemanasan global. “Kalau es menghilang di Puncak Jaya tidak mungkin lagi kembali karena temperatur global terus meningkat, jadi makin panas,” katanya saat dihubungi pada Sabtu (4/7/2026). Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), es abadi di Puncak Jaya telah menyusut secara drastis. Pada 1988, gletser tropis di Jayawijaya membentang 4,3 Km persegi. Namun, pada September 2025, luasnya tinggal 0,09 Km persegi.

Selain itu, ketebalan es juga terus menyusut. Pada 2010, ketebalan es mencapai 32 meter. Namun, pada 2016, laju penipisan es mencapai 2,5 meter per tahun. Pada tahun 2023, tiang pancang menunjukkan ketebalan es tersisa 4 meter saja. Pemantauan terbaru menunjukkan bahwa es telah mencair sepenuhnya. BMKG memperkirakan bahwa es abadi tersebut akan habis pada akhir 2026 atau awal 2027.

Mengapa Es Abadi di Puncak Jaya Mencair?

Mencairnya es abadi di Puncak Jaya disebabkan oleh kombinasi perubahan iklim global dan el nino yang membuat suhu semakin panas dan cuaca lebih kering di Indonesia. Thomas Djamaluddin menambahkan bahwa pemanasan global merupakan penyebab utama mencairnya es di Puncak Jaya. “Es abadi di Puncak Jaya Papua juga terdampak pemanasan global sehingga lapisan es terus mencair dan makin berkurang luas dan ketebalannya,” imbuhnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Mencairnya es abadi di Puncak Jaya tidak akan berdampak signifikan secara lokal, karena berlangsung sedikit demi sedikit. Namun, secara global, pencairan gunung-gunung es dapat menambah ketinggian permukaan air laut. “Secara global pencairan gunung-gunung es menambah ketinggian permukaan air laut. Secara lokal, pencairan gunung es tidak tampak signifikan, karena berlangsung sedikit demi sedikit,” kata Thomas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kehilangan es abadi di Puncak Jaya merupakan kehilangan besar bagi Indonesia dan dunia. Oleh karena itu, kita harus terus berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan bertransisi ke energi bersih untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan melestarikan keajaiban alam lainnya untuk generasi mendatang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8559256/brin-sebut-es-abadi-di-puncak-jaya-tak-mungkin-lagi-kembali-ungkap-pemicunya, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *