Dokter Ingatkan Bahaya Kolaps di Arena: Skrining Jantung Penting Sebelum Olahraga Ekstrem

Dokter mengingatkan bahaya kolaps di arena olahraga ekstrem seperti Hyrox jika seseorang tidak memahami kondisi organ dalam mereka sendiri, terutama jantung. Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular Brawijaya Hospital Taman Mini, Dr dr Ismail Dilawar SpBTKV Subsp JD(K) MARS, menyoroti fenomena banyaknya masyarakat awam yang langsung terjun ke olahraga berat tanpa persiapan fisik sejak dini. Olahraga ekstrem seperti Hyrox dapat memicu henti jantung mendadak jika seseorang memiliki penyakit atau kelainan jantung tersembunyi. Oleh karena itu, skrining jantung penting sebelum melakukan olahraga ekstrem.

Fenomena Olahraga Ekstrem Tanpa Persiapan

Banyak masyarakat awam yang mengikuti tren olahraga ekstrem seperti Hyrox tanpa memahami kemampuan tubuh mereka sendiri. Dr Ismail mengatakan bahwa mereka yang biasa berolahraga sejak muda sudah terbiasa dengan olahraga berat, namun banyak juga yang mengikuti tren tanpa persiapan fisik yang cukup. “Kalau mereka yang biasa dari muda, dari usia dini sudah berolahraga gitu ya, mereka sudah terbiasa. Tapi banyak juga yang mengikuti tren. Mereka nggak tahu kemampuan tubuhnya tiba-tiba yuk ikut maraton, ikut olahraga berat ya, ada HIIT, segala macam, sekarang itu yuk berat-berat semua olahraganya, mengikuti tren,” ujar dr Ismail.

Bahaya Tersembunyi: Penyakit Jantung

Bahaya dari fenomena tren olahraga ekstrem seperti Hyrox tanpa persiapan adalah risiko adanya penyakit atau kelainan jantung tersembunyi yang tidak pernah disadari oleh seseorang. Ketika jantung dipaksa bekerja melampaui ambang batas normal secara mendadak, kondisi ini dapat memicu henti jantung mendadak yang berujung fatal. Dr Ismail mengimbau masyarakat untuk mengetahui kesehatan mereka sendiri sebelum melakukan kegiatan olahraga yang berat. “Mereka nggak tahu kesehatan mereka sendiri sebelum mereka melakukan kegiatan olahraga yang berat tersebut. Dan mereka nggak tahu kalau mereka sebenarnya ada sakit jantung. Jadi apa sih yang harus dikerjakan? Kalau kita sudah mau melakukan suatu kegiatan olahraga yang baru dan belum kita ketahui berat ringannya, ada baiknya kita yang pertama adalah mengetahui kesehatan kita,” imbau dr Ismail.

Upaya Pencegahan: Skrining Jantung

Untuk mengantisipasi risiko fatal saat melakoni olahraga berintensitas tinggi, sangat disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU). Dr Ismail memaparkan bahwa untuk keperluan olahraga berat seperti Hyrox atau maraton, pemeriksaan dasar rekam jantung (EKG) terkadang belum cukup kuat untuk mendeteksi kelainan yang lebih spesifik. Bagi mereka yang berniat terjun ke olahraga dengan intensitas beban kardio ekstrem, dr Ismail menyarankan metode skrining yang lebih mendalam untuk melihat anatomi dan fungsi gerak jantung secara nyata. “Untuk jantung apa sih? Misalnya pakai ekokardiografi, pakai treadmill, pakai sekarang ada CT scan atau MRI. Itu sampai demikian canggihnya. Kalau ditemukan pada pemeriksaan awal, nanti dilakukan lagi dengan pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya. Kateterisasi, CT Angio, dan sebagainya. Jadi memang ini tergantung dari kemampuan masing-masing secara finansial gitu ya, tapi nasihat yang paling tepat adalah lakukan pemeriksaan yang memang sesuai dengan apa yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining jantung sebelum melakukan olahraga ekstrem masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, edukasi tentang bahaya penyakit jantung tersembunyi dan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan olahraga berat perlu dilakukan secara luas. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami risiko yang terkait dengan olahraga ekstrem dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/kebugaran/d-8559065/lagi-ter-hyrox-hyrox-dokter-ingatkan-skrining-jantung-biar-nggak-kolaps-di-arena, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *