Badai PHK Tokopedia Usai Akuisisi TikTok, Karyawan Terdampak Bertambah

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda Tokopedia setelah akuisisi oleh TikTok pada akhir 2023. Karyawan yang terdampak oleh PHK ini bertambah, dengan penyesuaian organisasi yang dilakukan oleh manajemen TikTok. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) di Tokopedia.

Penyesuaian Organisasi

Pada awal Juli 2026, kabar PHK massal kembali menghantui Tokopedia. Menurut informasi yang beredar, induk usaha TikTok, ByteDance, melakukan PHK dan hanya akan menyisakan sekitar 10% karyawan. Juru Bicara TikTok menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyesuaian organisasi riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Ini bukan kali pertama Tokopedia diterpa isu PHK massal. Sejak 75% saham perusahaan diakuisisi TikTok pada akhir 2023, e-commerce yang telah berusia 17 tahun itu sudah melakukan efisiensi pegawai besar-besaran setiap tahun. Pada bulan Juni 2024, sekitar 450 karyawan Tokopedia terkena PHK. Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa tujuan PHK demi memperkuat dan menyelaraskan perusahaan.

Pada Agustus 2025, disebutkan 240 orang dipangkas, sementara itu pada bulan Juli di tahun yang sama, Tokopedia juga sudah lebih dulu melakukan PHK terhadap 180 karyawan. Artinya total karyawan yang kena PHK mencapai 420 orang. Berdasarkan informasi yang diterima, divisi yang terdampak termasuk teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut sumber, alasan TikTok mengambil kebijakan PHK adalah karena jumlah karyawan Tokopedia yang dianggap terlalu banyak, terlebih jika ditambah dengan tim dari TikTok Shop yang pada akhirnya bergerak di sektor bisnis sama, e-commerce. Dengan penyesuaian organisasi ini, TikTok berencana untuk menyelaraskan tim Tokopedia agar sesuai dengan tujuan perusahaan.

Karyawan Tokopedia yang ada di Indonesia mayoritas akan fokus diisi oleh tim bisnis dan marketing saja. Khususnya tim teknis akan dioper ke China. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional perusahaan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Badai PHK yang melanda Tokopedia masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Dengan integrasi sistem yang masih dalam proses, perusahaan harus melakukan penyesuaian organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Bagi karyawan yang terkena PHK, perusahaan akan memberikan dukungan selama masa transisi ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tokopedia telah melakukan beberapa penyesuaian organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Dengan perubahan yang terjadi, perusahaan harus terus beradaptasi untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan daya saing di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8558750/badai-phk-di-tokopedia-usai-dicaplok-tiktok, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *