Imigrasi dan ITB Kolaborasi Ciptakan ‘Pagar Digital’ untuk Patroli Perbatasan dengan Drone
Direktorat Jenderal Imigrasi berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menciptakan “Pagar Digital”, sebuah sistem pengamanan perbatasan dengan menggunakan drone. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia, terutama di daerah yang rawan perlintasan ilegal.
Pagar Digital: Solusi Keamanan Perbatasan
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan bahwa ide ini berawal dari keprihatinannya saat menghadiri Eksibisi Pertahanan di Singapura beberapa bulan lalu. Ia melihat berbagai teknologi canggih untuk pengamanan perbatasan, namun tidak ada yang berasal dari Indonesia. Padahal, sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki daya saing yang cukup tinggi untuk menghasilkan produk yang setara.
Dari situlah Hendarsam terpikirkan untuk menggandeng ITB, salah satu kampus terbaik di Indonesia di bidang teknologi, untuk menginisiasi “Pagar Digital”. Sistem ini menggunakan drone untuk memantau perbatasan dan mendeteksi potensi ancaman keamanan. Drone yang digunakan adalah hasil pengembangan ITB sejak 2019, yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Mengenal Drone yang Digunakan
Drone yang digunakan dalam sistem “Pagar Digital” dirancang untuk beroperasi nonstop 24 jam pada garis perbatasan dengan memanfaatkan pasokan daya dari panel surya (solar panel). Sistem pengawasan udara ini akan mengombinasikan dua tipe drone yang bekerja dalam satu kesatuan, yaitu Drone HALE (High-Altitude Long-Endurance) yang dapat terbang konstan di ketinggian 1.000 meter selama 24 jam untuk melakukan pemantauan perimeter jarak jauh; serta Drone Mantis, yang berfungsi melakukan pendekatan taktis dan intersepsi visual jarak pendek begitu drone HALE mendeteksi pergerakan mencurigakan.
Mengapa Pagar Digital Diperlukan?
Indonesia memiliki 3.111 km wilayah perbatasan darat yang sangat luas dan rawan perlintasan ilegal. Namun, hanya tersedia 18 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan 38 Pos Lintas Batas (PLB) di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Bahkan, ada tiga PLBN yang belum aktif dan hanya 7 Pos Lintas Batas yang memang ada perlintasannya. Sisanya masih belum aktif atau terkendala dengan Perjanjian Lintas Batas.
Dengan demikian, “Pagar Digital” diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan dan mencegah potensi ancaman keamanan, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penyelundupan manusia, dan penyelundupan komoditas.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kehadiran “Pagar Digital” diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia. Dengan menggunakan teknologi drone, Imigrasi dapat memantau perbatasan dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, sistem ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran situasional (situational awareness) secara real-time, sehingga dapat memangkas waktu respons patroli konvensional secara drastis.
Dalam jangka panjang, program “Pagar Digital” ini diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian siber (cyber security) di lingkungan keimigrasian nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan keamanan dan kedaulatan di wilayah perbatasan, serta meningkatkan kemampuan untuk menghadapi potensi ancaman keamanan di masa depan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah diluncurkan, “Pagar Digital” masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Imigrasi dan ITB masih harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitas sistem ini. Selain itu, juga diperlukan kerja sama dengan pihak lain, seperti pemerintah daerah dan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.
Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, diharapkan “Pagar Digital” dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia dan meningkatkan kedaulatan negara.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8558025/imigrasi-gandeng-itb-bikin-pagar-digital-patroli-drone-awasi-perbatasan, without altering the facts of the original article.