Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Lecehkan Perempuan, Selly PDIP: Tidak Lucu!

Lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejat” yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, atau Om Zein, memicu kontroversi dan respons tajam dari parlemen. Kapoksi PDIP Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, menilai materi dalam lagu tersebut merendahkan martabat perempuan. Lagu ini dinilai memiliki lirik yang melecehkan perempuan dan tidak bisa diposisikan sebagai humor.

Momen Penentu di Balik Kontroversi Lagu

Kontroversi lagu ini bermula dari lirik-lirik yang dinilai sangat melecehkan perempuan. Selly Andriany Gantina mengatakan bahwa lirik tersebut tidak bisa dibenarkan sebagai candaan. “Kalau mau dianggap humor sekalipun, isi lagunya juga tidak lucu. Maka, wajar kalau masyarakat dan netizen mempertanyakan kepemimpinan dari seseorang yang tidak bisa membedakan antara candaan dengan bias gender yang merendahkan,” tegasnya.

Saepul Bahri Binzein, atau Om Zein, menyampaikan permintaan maaf terkait kontroversi lagu tersebut. “Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu,” kata dia. Om Zein menambahkan bahwa dirinya tak bermaksud untuk menyinggung pihak mana pun melalui lirik lagu tersebut. “Itu puisi dan lirik lagu diciptakan tahun 2020 bercerita tentang diri saya sendiri,” ucap dia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Persoalan ini juga terkait dengan pengaturan hukum mengenai kekerasan seksual dalam undang-undang. Pelecehan seksual nonfisik (dalam bentuk verbal) merupakan satu dari sembilan jenis kekerasan seksual yang diatur dalam UU TPKS. Dan menurut Pasal 5 UU TPKS, perilaku pelecehan verbal dapat dikenai sanksi pidana hingga maksimal 9 bulan. Selly Andriany Gantina menambahkan bahwa konsekuensi tidak semata sosial, tetapi juga bisa menyentuh ranah etik dan pidana.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak dari kejadian ini dan bagaimana cara mencegah kejadian serupa di masa depan. Dengan demikian, kita dapat membangun masyarakat yang lebih peduli dan menghormati hak-hak perempuan. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein harus memperhatikan kritik dari masyarakat dan melakukan tindakan yang tepat untuk memulihkan kepercayaannya.

Dalam proses ini, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mencegah kekerasan seksual dan melindungi hak-hak perempuan. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8173176/selly-pdip-kritik-lagu-bupati-purwakarta-tidak-lucu-lecehkan-perempuan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *