Xpeng GX Laris Manis, 24 Ribu Unit Terjual Hanya Dalam Sehari!

Xpeng GX, SUV terbaru dari Xpeng, langsung mencuri perhatian di pasar otomotif global. Hanya dalam sehari, Xpeng GX terjual sebanyak 24 ribu unit di negara asalnya. Ini berarti, kendaraan tersebut terpesan sekitar seribu unit per jam atau 17 unit per menit. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa Xpeng GX memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di industri otomotif.

Momen Penentu di Pasar Otomotif

Xpeng GX terparkir dengan rapi di selasar Istora Senayan, Jakarta Pusat, saat peluncuran model terbaru Xpeng lainnya. Mobil gagah itu menghadap langsung Xpeng P7 yang berada persis di depannya. Xpeng GX tersebut masih berstatus sebagai produk global, karena posisi setirnya masih berada di sebelah kiri. Sayangnya, kesempatan untuk mengeksplorasi bagian dalam atau interior kendaraan sangat terbatas.

Secara desain, GX tampil modern dan futuristis. Bagian depan menggunakan lampu memanjang (through-type light bar) yang dipadukan bumper agresif dan saluran udara dinamis. Siluet sampingnya dibuat mengalir dengan floating roof, door handle tersembunyi, dan pelek multi-spoke. Sementara bagian belakang mengusung desain lampu yang senada dengan fascia depan.

Spesifikasi dan Varian Xpeng GX

Menurut laman resmi perusahaan, SUV tersebut memiliki dimensi besar. Panjangnya mencapai 5.265 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm, dengan wheelbase tembus 3.115 mm. Xpeng GX tersedia dalam versi EREV dan BEV. Varian EREV dibekali mesin 1.5T dan motor ganda dengan tenaga gabungan mencapai 497 dk. Mobil tersebut memakai baterai 63,3 kWh yang mampu menempuh jarak listrik murni hingga 430 km dan total jarak gabungan 1.585 km berdasarkan pengujian CLTC.

Sementara versi BEV AWD menggunakan dual motor bertenaga hingga 577 dk dengan baterai 110 kWh dan jarak tempuh 750 km. Sedangkan model RWD memakai motor tunggal 362 dk dengan baterai 91,9 kWh dan jarak tempuh 665 km. Di China, Xpeng GX tersedia dalam delapan varian berbeda, dengan harga mulai dari 279.800 yuan (Rp 730 jutaan) hingga 359.800 yuan (Rp 930 jutaan).

Apa Artinya Ini ke Depan?

Chief Executive Officer (CEO) Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya bisa saja membawa masuk Xpeng GX ke Tanah Air. Asalkan, menurutnya, prinsipal mau menghadirkan versi setir kanan. “Kalau ada setir kanannya, kita pasti pertimbangkan untuk dibawa masuk ke Indonesia,” ujar Iki Wibowo. Menurut Iki, volume penjualan Xpeng di Indonesia masih belum terlalu tinggi, sehingga timnya tak punya kuasa meminta prinsipal menghadirkan versi setir kanannya.

“Selama ada setir kanan, kita pertimbangkan sih, karena volume Indonesia kan belum memungkinkan untuk request diadakan setir kanan. Jadi kalau secara kumulatif cukup, ya pasti kita consider lah,” kata dia. Kesuksesan Xpeng GX di pasar otomotif global menunjukkan bahwa Xpeng memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di industri otomotif. Dengan demikian, Xpeng GX dapat menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kesuksesan Xpeng GX di pasar otomotif global tidak dapat diabaikan. Dengan potensi besar yang dimiliki, Xpeng GX dapat menjadi pemain utama di industri otomotif. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal menghadirkan versi setir kanan untuk pasar Indonesia. Dengan demikian, Xpeng GX masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai kesuksesan di pasar Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/mobil/d-8555681/bertemu-xpeng-gx-mobil-china-yang-laku-24-ribu-unit-sehari, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *