Gelombang Panas Menghantam Eropa, Rumah Sakit Kewalahan Hadapi Lonjakan Pasien

Gelombang Panas Ekstrem Menghantam Eropa

Gelombang panas ekstrem telah menghantam Eropa dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan suhu di atas 35 derajat Celsius melanda sedikitnya 101 juta warga. Ratusan orang, termasuk anak-anak, diperkirakan meninggal dunia akibat gelombang panas tersebut. Sebagian korban dilaporkan tenggelam saat berusaha mendinginkan diri dari cuaca yang sangat terik.

Apa yang Terjadi?

Gelombang panas ekstrem ini telah melanda beberapa negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Swiss. Di Prancis, rumah sakit kewalahan menangani lonjakan pasien. Pemerintah bahkan mengambil langkah yang jarang dilakukan dengan melarang penjualan minuman beralkohol pada malam hari serta konsumsi alkohol di ruang publik di Paris mulai 26 Juni hingga akhir pekan. Belanda juga untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan merah akibat cuaca panas ekstrem.

Mengapa dan Dampak

Menurut para ilmuwan, perubahan iklim secara tegas menjadi penyebab gelombang panas yang memecahkan rekor suhu di Eropa. “Kami telah mencapai titik jenuh kapasitas rumah sakit. Jumlah pasien yang dirawat terus meningkat,” kata Kepala Kepolisian Paris, Patrice Faure. Pemerintah Prancis melaporkan kunjungan ke unit gawat darurat akibat penyakit terkait panas meningkat hingga empat kali lipat, disertai lonjakan kasus henti jantung. Sementara itu, London Ambulance Service menyatakan cuaca panas ekstrem pada 24 Juni memicu jumlah panggilan darurat yang mengancam nyawa tertinggi dalam satu hari. Gelombang panas ini juga berdampak pada kegiatan sehari-hari masyarakat. Di Jerman, suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius hingga akhir pekan. Akibatnya, sejumlah acara luar ruangan dibatalkan dan operator kereta api mengimbau masyarakat menghindari perjalanan bila tidak mendesak. Layanan kesehatan di Prancis dan Inggris juga melaporkan lonjakan panggilan darurat serta kunjungan pasien, terutama dari kelompok lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski suhu diperkirakan mulai menurun di Eropa Barat sejak 26 Juni, gelombang panas justru diperkirakan bergeser ke Eropa Timur. Sejumlah wilayah telah mengeluarkan peringatan merah karena suhu diprediksi terus meningkat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari dampak gelombang panas ini. Pemerintah juga diharapkan untuk terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak gelombang panas ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8555647/gelombang-panas-hantam-eropa-rumah-sakit-kewalahan-tangani-lonjakan-pasien, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *