BPOM Luncurkan Strategi Baru: Kawal Keamanan Pangan dari MBG hingga Koperasi Desa
BPOM meluncurkan strategi baru untuk mengawal keamanan pangan di Indonesia, yaitu dengan menerapkan pendekatan pencegahan berbasis risiko (preventive risk-based control). Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan kini beralih dari pendekatan berbasis produk (product-based control) ke pendekatan berbasis risiko. Strategi baru ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan pangan di Indonesia, terutama dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Strategi Baru untuk Keamanan Pangan
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa strategi baru ini merupakan bagian dari program manajemen risiko (PMR) yang telah berjalan selama satu dasawarsa. PMR ini bertujuan untuk mencegah risiko keamanan pangan dengan melakukan pengawasan yang lebih efektif. “Dengan program manajemen risiko ini, kita beralih bagaimana mencegah risiko. Nah dengan konteks itu, maka saya yakin program PMR atau program manajemen risiko ini, yang nanti detailnya akan dijelaskan mungkin oleh bidang terkait ya,” ujar Taruna Ikrar.
BPOM berencana untuk menerapkan strategi baru ini pada program MBG, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat mengurangi risiko keracunan makanan, terutama pada anak-anak sekolah. “Bahkan kami berpikir untuk program manajemen risiko ini, akan kita sumbangkan untuk negara untuk melaporkannya ke Bapak Presiden untuk diterapkan di program makan bergizi gratis,” tutur Taruna.
Penerapan Strategi Baru pada Koperasi Desa
Selain pada program MBG, strategi baru ini juga akan diterapkan pada 83.000 Koperasi Merah Putih di desa-desa, terutama yang mengelola fasilitas cold storage atau tempat penyimpanan daging, bakso, tahu, dan tempe. BPOM juga akan melakukan pengawasan pangan steril komersial bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Tanah Suci, yang jumlahnya mencapai 2 juta orang per tahun.
Mengapa Strategi Baru Ini Penting?
Keamanan pangan merupakan pilar fundamental bagi ketahanan nasional. Oleh karena itu, BPOM berupaya untuk meningkatkan keamanan pangan dengan menerapkan strategi baru ini. “Kunci utama kemandirian suatu bangsa itu adalah kemandirian pangan. Setelah itu baru kemandirian energi, kemudian selanjutnya kemandirian yang lain,” pungkas Taruna.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan penerapan strategi baru ini, diharapkan keamanan pangan di Indonesia dapat meningkat. Industri pangan diharapkan mampu melakukan self-control secara mandiri, demi menjamin kualitas, keamanan, dan nilai gizi produk yang beredar di masyarakat. BPOM juga berharap bahwa strategi baru ini dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam meningkatkan keamanan pangan.
Dalam jangka panjang, strategi baru ini diharapkan dapat mengurangi risiko keracunan makanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, BPOM akan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan pangan dengan menerapkan strategi baru ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8554269/siasat-baru-bpom-kawal-keamanan-pangan-termasuk-mbg-hingga-koperasi-desa, without altering the facts of the original article.