Bahaya FOMO Hyrox Tanpa Persiapan, Dokter Ingatkan Risiko Cedera Serius

FOMO atau Fear of Missing Out kerap kali membuat seseorang ingin mencoba hal baru, termasuk olahraga ekstrem seperti Hyrox. Namun, dokter spesialis olahraga mengingatkan bahwa kompetisi ini tidak bisa dianggap remeh dan memerlukan persiapan fisik yang memadai. Hyrox adalah olahraga berat yang memadukan 8 pos latihan fungsional dengan lari sejauh 1 km, sehingga risiko cedera serius sangat tinggi jika tidak dilakukan dengan persiapan yang tepat.

Apa Itu Hyrox dan Mengapa Bisa Berisiko?

Hyrox adalah kompetisi olahraga yang memadukan lari dengan latihan fungsional lainnya. Baru-baru ini, Hyrox Race Jakarta telah digelar di NICE PIK 2, menarik perhatian banyak orang, termasuk selebritis. Namun, dokter spesialis olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, SubspALK(K), yang juga menjadi salah satu tim medis di Hyrox Race Jakarta, mengatakan bahwa masih banyak peserta yang tumbang selama kompetisi. Salah satu penyebabnya adalah heat stroke, yang dapat terjadi meskipun kompetisi dilakukan di dalam ruangan dingin.

FOMO yang Berujung Cedera

Menurut dr Andi, FOMO boleh-boleh saja, tapi peserta harus benar-benar melakukan persiapan yang tepat sebelum mengikuti Hyrox. “Dari persepsi saya, meskipun itu kejadian di dalam ruangan, tetap saja risiko heat stroke itu ada. Kemarin ada beberapa kasus heat stroke atau heat-related illness, di mana suhunya sangat tinggi,” katanya. Hyrox berisiko memicu heat stroke karena menggabungkan olahraga intensitas tinggi dengan daya tahan lari panjang. Kombinasi ini memproduksi panas tubuh yang ekstrem, sehingga dibutuhkan hidrasi tubuh yang baik.

Mengapa Persiapan Fisik Sangat Penting?

Dr Andhika Raspati, SpKO, dokter spesialis kesehatan olahraga, juga mewanti-wanti risiko jantung kolaps pada olahraga ini. “Harus diingat bahwa Hyrox itu olahraga yang mengombinasikan antara ketahanan kardio dengan ketahanan otot. Gerakannya nggak cuma lari, tapi juga latihan beban,” ujarnya. Bahaya terbesar muncul ketika seseorang yang sebelumnya kurang aktif atau punya gaya hidup sedenter dan jarang berlatih intensitas tinggi, tiba-tiba nekat ikut kompetisi hanya karena tergiur tren.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut dr Andhika, memaksakan diri tanpa dasar kardio yang kuat bisa berakibat fatal pada organ jantung. “Kalau kardionya nggak siap atau ternyata punya gangguan jantung yang tidak disadari, lalu dipaksa ikut Hyrox, jantung bisa kumat (kolaps) di lapangan,” tambahnya. Oleh karena itu, bagi yang tertarik mencoba Hyrox, dr Andhika menyarankan untuk melakukan persiapan secara bertahap dan tidak langsung terjun ke intensitas tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ekstrem seperti Hyrox semakin populer, tapi penting untuk diingat bahwa persiapan fisik yang memadai sangat penting untuk menghindari cedera serius. Jangan sampai FOMO membuat Anda mengabaikan keselamatan dan kesehatan Anda sendiri.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk itu, dr Andhika menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara bertahap dan tidak memaksakan diri untuk melakukan olahraga yang tidak siap. “Bukan nggak boleh nyobain, tapi jangan langsung mikirin kompetisinya mau jadi juara. Benerin kardio, rapihin dulu. Dari segi kekuatan, teknik angkatnya, hingga stabilitas sendi mesti di-boost dulu,” tandasnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/kebugaran/d-8554326/dokter-ingatkan-jangan-asal-fomo-ikut-hyrox-tanpa-persiapan-bisa-begini-risikonya, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *