Sido Muncul Kuatkan Klaim Keamanan Produk dengan Bukti Ilmiah Farmakologi BPOM
Peresmian Laboratorium Farmakologi
Peresmian laboratorium dilakukan bersama Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dan Kepala BPOM Republik Indonesia Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah berdiri sejak tahun 2001 sebagai fasilitas penelitian yang mendukung pengembangan produk herbal perusahaan. Seiring meningkatnya kebutuhan riset, laboratorium yang awalnya menempati bangunan semi permanen di area belakang pabrik kemudian dipindahkan ke gedung permanen yang lebih modern dan representatif seluas 288 meter persegi pada 2019.
Penelitian dan Pengembangan
Fasilitas baru tersebut mulai beroperasi pada Januari 2020. Selama lebih dari dua dekade, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah menjadi pusat berbagai penelitian untuk menghasilkan data ilmiah terkait keamanan dan khasiat produk. Saat ini laboratorium dipimpin oleh seorang dokter hewan dan didukung tim peneliti serta laboran berpengalaman. Berbagai penelitian yang telah dilakukan meliputi uji toksisitas akut dan subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga uji aktivitas obat cacing guna mendukung pengembangan produk berbasis bukti ilmiah.
MENGAPA & DAMPAK
Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan laboratorium tersebut merupakan fasilitas farmakologi pertama yang dimiliki industri jamu di Indonesia. Dalam rangka menyambut usia ke-75 tahun, Sido Muncul akan semakin berkonsentrasi pada riset yang lebih intensif, salah satunya melalui penguatan peran Laboratorium Farmakologi. “Labfar ini adalah laboratorium farmakologi yang pertama di industri jamu. Tujuannya untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk. Semua yang dapat labelisasi dari Badan POM pasti aman dan sesuai dengan labelnya, tapi kami ingin mengembangkan industri ini supaya kami mendapat bukti-bukti yang lebih banyak,” kata Irwan. Irwan mengungkapkan bahwa tantangan industri saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang aman dan berkualitas, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi yang belum terbukti kebenarannya. Tidak sedikit produk yang telah melalui berbagai tahapan pengujian ilmiah dan mendapatkan izin edar dari BPOM, namun tetap menjadi sasaran informasi menyesatkan yang beredar di media sosial. Salah satu contohnya adalah Tolak Angin. Meskipun sudah melewati berbagai penelitian terkait keamanan dan khasiat, tetapi produk tersebut kerap dikaitkan dengan informasi yang tidak berdasar.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Karena itu Sido Muncul lebih memilih terus memperkuat pembuktian ilmiah dibandingkan terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif. Sebagai bagian dari upaya pembuktian ilmiah, Sido Muncul selama ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi akademik, di antaranya Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha. Berbagai penelitian dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk herbal yang diproduksi perusahaan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Untuk produk Tolak Angin misalnya, penelitian meliputi uji toksisitas subkronis guna memastikan keamanan penggunaan jangka panjang, pengujian mutu bahan baku herbal, hingga uji klinis. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan. Selama 90 hari penelitian, tidak ada kejadian yang membahayakan, sehingga Sido Muncul terus berkomitmen untuk riset dan pengembangan produk herbal yang aman dan efektif untuk masyarakat Indonesia. Dengan langkah ini, Sido Muncul semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri jamu dan farmasi di Indonesia dengan komitmen kuat terhadap keamanan, kualitas, dan khasiat produk.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/health/read/7888921/bpom-tegaskan-produk-berizin-edar-aman-dikonsumsi-sido-muncul-perkuat-pembuktian-ilmiah-lewat-laboratorium-farmakologi, without altering the facts of the original article.