Harga Avtur Turun, Tapi Tiket Pesawat Masih Mahal, Apa Sebabnya?
Harga Avtur Turun, Tapi Tiket Pesawat Masih Mahal, Apa Sebabnya?
Harga avtur yang turun tidak serta-merta membuat tiket pesawat menjadi lebih murah. Bahkan, beberapa maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) tidak berencana untuk menurunkan harga tiket pesawat mereka meskipun biaya bahan bakar telah menurun signifikan.
Pada pekan awal perang Iran, harga avtur naik berlipat-lipat ganda dan mendorong maskapai untuk membebankan kenaikan bahan bakar tersebut kepada konsumen melalui kenaikan tarif. Sampai saat ini, tarif yang diterapkan oleh maskapai penerbangan masih tinggi meskipun biaya bahan bakar telah menurun.
Momen Penentu di Menit Akhir
CEO Delta Ed Bastian mengatakan bahwa tarif saat ini berada pada tingkat yang tepat meskipun biaya secara signifikan lebih rendah. “Kami tidak punya pilihan,” kata Bastian. Maskapai penerbangan tidak berencana untuk menurunkan kembali harga tiket pesawat mereka.
Apa yang Terjadi?
Saat ini, permintaan penerbangan sangat kuat, terutama dengan banyaknya orang yang ingin menggunakan pesawat untuk melakukan perjalanan liburan musim panas alias memasuki high season. Namun, industri penerbangan di AS saat ini memiliki lebih sedikit kursi yang tersedia. Maskapai mengurangi jumlah penerbangan sejak konflik di Timur Tengah terjadi untuk memangkas biaya. Hampir semua maskapai menaikkan tarif 15-20% dibandingkan tahun lalu.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Dalam pantauan Deutsche Bank Securities, maskapai penerbangan setidaknya telah menaikkan harga tiket pesawat delapan kali sejak musim semi Maret 2026. Analis Maskapai Penerbangan di Deutsche Bank Securities, Mike Linenberg, mencatat tarif lebih tinggi karena jumlah kursi lebih sedikit. Maskapai penerbangan juga mulai menghilangkan penerbangan mereka yang kurang populer dan bertarif rendah. Penutupan Spirit Airlines pada Mei makin memperburuk keadaan.
Mengapa dan Dampaknya
Bahan bakar jet memang menjadi pengeluaran terbesar kedua bagi industri penerbangan. Sebanyak tiga maskapai penerbangan terbesar di AS, Delta, American, dan United melaporkan pengeluaran US$ 1 miliar lebih banyak untuk bahan bakar hanya dalam kuartal II-2026. Linenberg mengatakan maskapai penerbangan membutuhkan uang tunai tambahan, terutama yang operasinya kecil. “Pikirkan tentang jumlah maskapai penerbangan yang belum kembali ke profitabilitas berkelanjutan sejak COVID. Anda tidak bisa terus merugi tahun demi tahun dan berharap menjadi perusahaan yang berkelanjutan,” kata Linenberg.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Beberapa tiket yang lebih murah kemungkinan tersedia pada musim gugur, tetapi itu karena harga tiket secara teratur turun setelah musim panas yang ramai. Maskapai penerbangan tidak terburu-buru untuk menurunkan harga karena mereka membutuhkan uang tunai tambahan untuk mempertahankan operasi mereka.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kenaikan harga tiket pesawat yang berkelanjutan ini sebagian besar disebabkan oleh permintaan penerbangan yang kuat dan ketersediaan kursi yang terbatas. Oleh karena itu, penumpang pesawat harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan tiket yang lebih murah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8553128/harga-avtur-mulai-turun-kok-tiket-pesawat-masih-mahal, without altering the facts of the original article.