Gaya Rambut Baru Alejandro Garnacho Tuai Kritik, Netizen: Tidak Masuk Akal
Alejandro Garnacho, pemain Chelsea yang berusia 21 tahun, menjadi sorotan di media sosial setelah memperlihatkan penampilan barunya. Bukan karena aksi di lapangan, melainkan gaya rambut yang menuai kontroversi. Winger asal Argentina itu memang dikenal gemar berganti gaya rambut sejak berkarier di Premier League. Namun, perubahan terbarunya justru memancing reaksi negatif dari sebagian warganet. Garnacho memilih gaya rambut seperti “cornrows” dan “box braids” yang diketahui memiliki akar yang kuat dalam budaya Afrika. Selain menjadi bagian dari identitas budaya, model rambut tersebut juga memiliki makna yang berkaitan dengan status sosial hingga sejarah perjuangan masyarakat Afrika. Penampilan baru Garnacho langsung memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah pengguna menuding mantan pemain Manchester United itu melakukan cultural appropriation atau apropriasi budaya. ## Momen Penentu di Media Sosial Salah seorang pengguna media sosial menulis, “Apakah Garnacho tahu kalau ini termasuk cultural appropriation?” Komentar lain berbunyi, “Apa kamu tidak tahu bahwa cultural appropriation itu salah, atau memang tidak peduli?” Pengguna lainnya juga mempertanyakan keputusan Garnacho mengadopsi gaya rambut tersebut. “Apakah dia tidak sadar kalau ini cultural appropriation?” Ada pula yang menyebut penampilan baru Garnacho memalukan dan menilai sang pemain selalu menjadi tren karena alasan yang salah. ## Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Garnacho bergabung dengan Chelsea dari Manchester United pada musim panas tahun lalu dengan nilai transfer mencapai 40 juta paun. Namun, musim perdananya di Stamford Bridge belum berjalan sesuai harapan. Pemain asal Argentina itu hanya mencetak satu gol dalam 24 penampilan di Premier League. Kontribusinya lebih terlihat di kompetisi piala. Garnacho membukukan tujuh gol dalam 19 pertandingan yang dijalani di Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Champions. ## Apa Artinya Ini ke Depan? Sejak menjalani debut bersama Timnas Argentina pada 2023, Garnacho telah mengoleksi delapan caps. Namun, performanya yang belum konsisten bersama Chelsea membuatnya tidak masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia. Meski demikian, Garnacho masih terikat kontrak jangka panjang di Stamford Bridge hingga 2032 dengan bayaran sekitar 110 ribu paun per pekan. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan kembali bergabung bersama rekan-rekannya di pusat latihan Cobham untuk menjalani pramusim. Chelsea akan menggelar tur pramusim ke Australia dan Hong Kong pada Juli. ## Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh The Blues dijadwalkan menghadapi Western Sydney Wanderers dan Tottenham Hotspur di Accor Stadium, Sydney, sebelum bertolak ke Hong Kong untuk menghadapi Juventus di Kai Tak Stadium dalam ajang Hong Kong Football Festival pada 5 Agustus. Dengan kejadian ini, Garnacho harus berhati-hati dalam menampilkan dirinya di media sosial dan di lapangan. Ia harus memahami makna dan nilai budaya yang diadopsinya untuk menghindari kontroversi di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bola.com/inggris/read/8053618/pamer-gaya-rambut-baru-alejandro-garnacho-malah-banjir-kritik-di-media-sosial, without altering the facts of the original article.