Persija Era Shin Tae-yong: 5 Fakta Menarik Soal Filosofi Tiki Taka yang Diusung
Persija Jakarta akan menjalani era baru di bawah arahan pelatih anyar, Shin Tae-yong, dengan mengusung filosofi permainan tiki taka yang agresif. Setelah gagal memenangkan gelar BRI Super League 2025/2026 musim lalu, Macan Kemayoran bertekad untuk meningkatkan performa mereka. Shin Tae-yong, yang dikontrak selama tiga tahun, memiliki misi untuk mempersembahkan gelar juara bagi tim ibu kota.
Filosofi Tiki Taka yang Agresif
Shin Tae-yong melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo alias Jeje, mengungkapkan bahwa Persija akan bermain dengan sistem tiki taka yang agresif. Filosofi ini berbeda dengan pendekatan yang digunakan selama menukangi Timnas Indonesia, di mana Skuad Garuda lebih bermain reaktif, menunggu, dan mengandalkan serangan balik cepat. “Permainan yang diinginkan coach Shin itu, tiki taka dan menyerang dengan agresif karena saat di timnas memang lawan-lawan kita lebih baik daripada kita sebenarnya. Makanya, menggunakan taktik bagaimana bisa menang,” kata Jeje.
Perubahan Formasi dan Strategi
Dengan filosofi permainan yang sama, Shin Tae-yong yakin Persija bisa menguasai serangan. Yang pasti, Persija bakal tampil sangat berbeda dari musim sebelumnya, termasuk formasinya. “Tapi, coach Shin yakin, di Persija bisa menguasai penyerangan di dalam pertandingan. Jadi, Persija akan beda banget dan juga formasi. Bisa jadi 4-4-2, 4-2-3-1. Intinya empat bek,” imbuh Jeje.
Menghadapi Tantangan dan Dukungan Suporter
Shin Tae-yong juga menyadari bahwa tantangan di liga akan berbeda dengan saat menukangi timnas. Ia tidak terlalu memusingkan ihwal dukungan suporter, namun memahami bahwa sambutan suporter di liga akan berbeda. “Yang pasti beda. Maksudnya, ketika di timnas kan memang semua masyarakat menjadi suporter. Tapi, kalau ini memang beda daerah sudah beda suporter.” “Jadi, ya kami harus menerima dan kalau di timnas memang semuanya memberikan dukungan kepada coach Shin. Tapi, kalau di liga masing-masing tim kan punya suporter.”
Apa Artinya Ini ke Depan?
Terkait target yang dipatok manajemen musim depan, Shin Tae-yong enggan muluk-muluk. Ia memilih fokus bagaimana caranya agar setiap pertandingan bisa dimenangkan. STY juga berharap dukungan The Jakmania, pemuja setia Persija. Seperti halnya manajemen, The Jakmania juga menaruh harapan yang sama yakni tim kesayangan bisa menjadi yang terbaik musim depan. “Mungkin dengan beberapa program, harus bisa jadi satu juga dengan suporter. Target kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin biar bisa menang di setiap laga,” ucap STY via Jeje. “Kalau kita berprestasi, otomatis akan ada sinergi yang baik. Maksudnya di antara klub dan suporter. Jadi, ya, kami memang harus berusaha setiap pertandingan.”
Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Persija di bawah arahan Shin Tae-yong. Namun, dengan filosofi tiki taka yang agresif dan dukungan suporter, Macan Kemayoran berpotensi untuk meningkatkan performa mereka dan meraih gelar juara musim depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bola.com/indonesia/read/8045483/di-bawah-arahan-shin-tae-yong-persija-akan-bermain-lebih-agresif-dengan-filosofi-barcelona-tiki-taka, without altering the facts of the original article.