Rusun Jadi Arena Tinju, Warga Cegah Tawuran dengan Cara Unik

Rusun Jadi Arena Tinju, Warga Cegah Tawuran dengan Cara Unik

Rusun Mawar RW 12, Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi tuan rumah “Penjaringan Boxing Showcase Vol.2”, sebuah turnamen tinju yang diikuti ratusan pemuda, termasuk anak jalanan dan mereka yang pernah terlibat tawuran. Acara ini digelar oleh Polres Metro Jakarta Utara, Polsek Metro Penjaringan, dan Forum Penjaringan Bersatu sebagai upaya menekan angka tawuran dan menyalurkan bakat generasi muda di cabang olahraga tinju. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengungkapkan bahwa setelah pelaksanaan Penjaringan Boxing Showcase Vol 1, tingkat tawuran di Jakarta Utara jauh berkurang.

Turnamen tinju ini merupakan salah satu strategi untuk menekan angka tawuran remaja dan memperingati HUT ke-80 Bhayangkara. Sebanyak 130 orang pemuda berusia 17-20 tahun mengikuti pertandingan tinju ini. Kapolres berharap pertandingan tinju ini bisa memunculkan atlet-atlet muda yang berbakat dari wilayah Jakarta Utara. “Kami berharap akan ada atlet-atlet muda yang berasal dari Jakarta Utara,” katanya.

Apa yang Terjadi?

Pertandingan tinju Penjaringan Boxing Showcase Vol.2 diikuti oleh 130 peserta pemuda berusia 17-20 tahun. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak jalanan dan mereka yang pernah terlibat tawuran. Turnamen ini bertujuan untuk menyalurkan bakat generasi muda di cabang olahraga tinju dan menekan angka tawuran remaja. Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara juga telah menggelar turnamen e-sport, bakti sosial, bakti kesehatan, dan kegiatan lainnya untuk memperingati HUT ke-80 Bhayangkara.

Mengapa dan Dampak

Ketua Forum Penjaringan Bersatu, Nurjaman, mengungkapkan bahwa turnamen tinju ini awalnya didorong oleh keinginan untuk mengurangi tawuran di kalangan remaja. “Kami mengadakan karena awalnya background nya dari anak-anak jalanan, anak tawuran. Kami rasa tawuran itu tidak baik, akhirnya kita buat pertandingan tinju,” katanya. Nurjaman juga mengungkapkan bahwa para peserta yang pernah terlibat tawuran pun akhirnya berjabat tangan dan berdamai setelah ikut turnamen ini. “Setelah pertandingan mereka berdamai, buat contoh. Peserta juga dapat sertifikat,” katanya.

Dampak dari turnamen tinju ini diharapkan dapat menekan angka tawuran remaja dan menyalurkan bakat generasi muda di cabang olahraga tinju. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, berharap bahwa turnamen tinju ini dapat memunculkan atlet-atlet muda yang berbakat dari wilayah Jakarta Utara. “Kami berharap akan ada atlet-atlet muda yang berasal dari Jakarta Utara,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun telah menunjukkan hasil positif, Ketua Forum Penjaringan Bersatu, Nurjaman, berharap agar Pemkot Jakarta Utara memberikan perhatian khusus untuk para pemuda dengan membuat tempat berlatih yang legal. “Kita harap pemerintah memberikan Sasana tinju atau tempat untuk bimbingan berlatih untuk para pemuda,” ucapnya. Dengan demikian, diharapkan para pemuda dapat menyalurkan bakat dan minatnya di cabang olahraga tinju secara lebih terstruktur dan terarah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8067830/cegah-tawuran-lewat-penjaringan-boxing-tanding-tinju-di-rusun, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *