Natsir Effect: Menko Yusril Ungkap Kunci Sukses Politik Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berpesan pada generasi muda untuk mempelajari pemikiran para pendiri bangsa, salah satunya Perdana Menteri Ke-5 Indonesia Mohammad Natsir. Yusril menilai Natsir merupakan sosok yang sangat cerdas dan menginspirasi perjalanan intelektualnya. Berbagai tulisan Natsir yang diwariskan kepada bangsa Indonesia sampai saat ini masih sangat relevan dan menginspirasi.

Ziarah ke Makam Mohammad Natsir

Yusril berziarah ke makam Pahlawan Nasional Mohammad Natsir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Rabu (24/6), menjelang ujian promosi doktor bidang filsafat di Universitas Indonesia. Ziarah pribadi itu menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan kepada Natsir. Dia mengenang perjalanan hidupnya di masa muda yang berinteraksi dengan Natsir dalam waktu yang cukup panjang, yakni sejak 1978 hingga menjelang wafatnya tokoh Masyumi tersebut pada tahun 1993.

Mengenal Lebih Dekat Mohammad Natsir

Yusril mengatakan Natsir merupakan orang yang sangat menginspirasinya, baik dalam pemikiran maupun tindakan. Sejarah mencatat bagaimana Natsir terlibat dalam perdebatan intelektual yang tajam dengan Presiden Pertama RI Soekarno mengenai hubungan Islam dan negara. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menghilangkan rasa hormat satu sama lain maupun komitmen untuk menjaga Indonesia. “Politik hari ini membutuhkan integritas dan kedewasaan seperti yang dicontohkan Pak Natsir. Berbeda pandangan adalah sesuatu yang niscaya, tetapi menjaga persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan Indonesia harus tetap menjadi tujuan utama,” katanya.

Mengapa Natsir Begitu Penting?

Bagi Yusril, sosok Mohammad Natsir bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, melainkan sumber inspirasi yang pemikirannya tetap relevan untuk menjawab tantangan Indonesia masa kini. Natsir adalah bukti bahwa Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan dalam menjaga keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya gagasan-gagasan besar yang ditinggalkan, tetapi juga keteladanan dalam berpolitik dan mengabdi kepada negara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Yusril berharap ziarah tersebut membawa hikmah bagi dirinya, terutama dalam melanjutkan tradisi keilmuan, kajian filsafat, serta semangat pengabdian kepada bangsa, negara, dan umat. Melalui penelitiannya, Yusril menawarkan pembacaan kembali terhadap pemikiran Natsir mengenai relasi Islam dan negara melalui pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial guna memahami relevansi gagasan Natsir dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pemikiran Natsir untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8070484/menko-yusril-politik-hari-ini-butuh-pemikiran-natsir, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *