Klinik Korpagama Luncurkan Program Prolanis, Dorong Kualitas Hidup Lansia Lebih Baik
Klinik Korpagama meluncurkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi, interaksi sosial, dan layanan kesehatan terintegrasi. Program ini dijalankan melalui Sekolah Lansia, sebuah inisiatif yang berfokus tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan interaksi sosial guna menjaga kualitas hidup lansia. Wakil Ketua Sekolah Lansia, Suryono Hadi, mengungkapkan bahwa program ini awalnya merupakan kegiatan terbatas yang kemudian berkembang menjadi program unggulan klinik karena tingginya antusiasme peserta.
Program Sekolah Lansia: Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia
Program Sekolah Lansia di Klinik Korpagama saat ini memiliki 27 peserta, namun keterbatasan fasilitas membuat pihak pengelola belum dapat menambah anggota baru. Suryono menjelaskan bahwa program ke depan akan mencakup kelas yang lebih besar serta pemanfaatan teknologi digital agar jangkauan peserta semakin luas. Rencana pengembangan ini termasuk penggunaan fasilitas streaming YouTube, sehingga peserta yang tidak bisa hadir secara langsung tetap dapat mengikuti kegiatan melalui platform online.
Manfaat Program Prolanis bagi Lansia
Peserta Sekolah Lansia tidak hanya mendapatkan manfaat dari kegiatan edukasi, tetapi juga dari integrasi layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Layanan ini mencakup konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, dan kegiatan senam. Suryono menambahkan bahwa dukungan BPJS Kesehatan sangat dirasakan oleh peserta, terutama dalam penyediaan instruktur senam serta konsumsi ringan yang menambah semangat peserta selama mengikuti kegiatan.
MENGAPA & DAMPAK: Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Melalui Program Prolanis
Mengapa program ini penting? Program Sekolah Lansia dan Prolanis hadir sebagai respons terhadap kebutuhan lansia akan layanan kesehatan yang tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga pada aspek sosial dan psikologis. Latar belakangnya adalah meningkatnya jumlah lansia yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan fisik lansia, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Dampak ke depan? Harapannya adalah lansia bisa mandiri dan hidup lebih sehat, dengan harapan hidup yang lebih panjang dan tanpa penurunan daya ingat yang cepat. Suryono juga membagikan pengalamannya dalam menjaga kesehatan paru-paru dengan kontrol rutin di RSIY PDHI Yogyakarta menggunakan jaminan dari BPJS Kesehatan. Ia dinyatakan sembuh pada 2024 setelah menjalani pemeriksaan rutin setiap bulan dan disiplin berobat sesuai anjuran dokter.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Suryono mengimbau masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh, terutama bagi lansia, dengan melakukan kontrol rutin dan mengikuti anjuran dokter sebagai langkah pencegahan. Dengan program seperti Sekolah Lansia dan Prolanis, Klinik Korpagama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup lansia dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi komunitasnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/health/read/6438309/cerita-sekolah-lansia-klinik-korpagama-perkuat-prolanis-untuk-kualitas-hidup-lansia, without altering the facts of the original article.