Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Kini Trauma dan Merasa Bersalah
Tantri Kotak, seorang musisi ternama, kini tengah menghadapi trauma dan perasaan bersalah setelah menjadi korban penipuan oleh teman sendiri. Kejadian ini telah meninggalkan luka yang cukup dalam dan merusak rasa aman serta kepercayaan yang selama ini dijaganya. “Ya pastilah gitu. Pasti kan kita kayak psikologis kita pasti keganggu. Psikologis yang tadi saya bilang, ‘Ini benar nggak? Ini benar nggak?’. Sampai detik ini pun saya masih kayak…, bukan denial ya, tapi lebih ke masih nggak percaya gitu. Eh… kok bisa sih dia sampai setega itu?” kata Tantri saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Arda Naff, suami Tantri, mengibaratkan luka yang dirasakan oleh istrinya karena kasus ini jauh lebih besar daripada sekadar angka di saldo rekening. Ia menyoroti bagaimana penipuan yang dilakukan oleh orang terdekat telah merusak rasa aman dan kepercayaan yang selama ini dijaga oleh Tantri terhadap lingkungannya. “Dampaknya kan kadang kerugian itu gak cuman materiil ya, yang tidak terekspos adalah dampak dari korban-korbannya itu. Kepercayaan, setelah itu ada rasa, bahkan dia aja ngerasa bahwa, ‘Aku ngerasa bersalah lho’. Tantri tuh juga mengalami kerugian secara psikislah. Dia murung,” terang Arda.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Kejadian ini cukup mengejutkan karena pelaku penipuan adalah teman yang sudah dipercayai oleh Tantri selama bertahun-tahun dalam lingkaran komunitas ibu-ibu di sekolah anak. Arda mengakui logika dan kewaspadaannya sempat goyah akibat kelihaian pelaku dalam memanipulasi emosi. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Tantri terus merenung dan mempertanyakan motif di balik pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabat yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Meski memiliki latar belakang pendidikan psikologi, Arda mengakui bahwa kejadian ini telah memberikan dampak yang cukup besar pada kondisi mental Tantri. Saat ini, mereka berusaha memberikan ruang bagi Tantri untuk memulihkan kondisi mentalnya sebelum melangkah lebih jauh ke ranah hukum. “Kita pasangan itu, kalau pasangan saling menyalahkan, ‘Ini salahmu, ini salahku’, berhenti, kita putus. Saya mengizinkan kami marah, kami mengizinkan diri,” pungkas Arda.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Tantri masih berusaha untuk memulihkan kondisi mentalnya dan mempertimbangkan langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. “Ini benar-benar yang bikin aku kecewa banget, kok tega sih? Gitu doang. Menyalahartikan sebuah kepercayaan dalam sebuah pertemanan tuh buat aku tuh kayak yang wow, kok tega banget gitu,” ujar Tantri. Dengan dukungan dari suami dan orang-orang terdekat, Tantri berharap dapat melewati masa sulit ini dan melanjutkan hidup dengan lebih bijak dan waspada.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8551324/tantri-kotak-trauma-merasa-bersalah-setelah-ditipu-teman-sendiri, without altering the facts of the original article.